BPS: Garam Lokal di Baubau Langka, Bakal Berujung pada Inflasi

BAUBAU – Penyitaan garam lokal di Baubau oleh Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau.

Kepala BPS Baubau, Sudirman menuturkan, penyitaan garam akan menimbulkan masalah bagi pihaknya. Pasalnya, saat ini stok garam sedang langka.

“Secara tiba-tiba kami dengar kabar bahwa garam di Baubau disita. Itu akan jadi merepotkan buat kami nanti, karena garam yang disita tersebut merupakan salah satu sumber data kami,” ucap Sudirman dikonfirmasi, Kamis (22/3/2018).

Dengan kejadian itu, Sudirman menyebut penyitaan garam berpotensi menimbulkan inflasi kedepannya.

“Saat penyitaan, kami tidak dilibatkan, karena itu bukan wewenang kami. Kami ini cuma melakukan pendataan stok serta perubahan-perubahan harga garam,” bebernya.

BACA JUGA: Mahalnya Biaya Izin Produksi, Usaha Garam Lokal ini Terancam Bangkrut

Menurut dia, potensi munculnya inflasi bukan tanpa alasan, sebab untuk mencegah inflasi perlu ada suplai dan demen, sementara suplai garam di Kota Baubau sangat kurang.

“Suplai garam kurang padahal konsumsi garam di Kota Baubau cukup tinggi. Dan beberapa waktu lalu, garam lokal kita juga terjadi masalah dan itu bisa memicu inflasi pada garam kita,” ulasnya.

Untuk dampak nyata inflasi, Sudirman belum bisa memastikan karena datanya baru bisa dikeluarkan pada April depan.

“Ini baru prediksi kami, untuk kejelasan apakah menimbulkan dampak inflasi atau kita tunggu keluar dan dirilis datanya bulan depan,” tandasnya.

Reporter: Ardilan
Editor: Kardin
Iklan Balai PJN-XII Kendari
Iklan BLUD Konawe