Salah satu usaha produksi batako oleh Warga Kessilampe. (Foto: Istimewa)

Dukung Usaha Warga Kessilampe, Mahasiswa KKN UHO Promosikan Lewat Medsos

Editor: Taya

KENDARI – Untuk memdukung promosi sejumlah hasil usaha warga di Kelurahan Kessilampe, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo membuat akun media sosial berupa facebook, instagram, dan youtube.

Salah seorang Dosen yang masuk dalam Tim KKN Tematik UHO 2019, Zulfiah Larisu menjelaskan, beberapa usaha warga yang dipromosikan melalui akun media sosial tersebut yakni pabrik batako dan pengrajin gorden. Selain itu, potensi pantai dan promosi kelurahan layak anak juga tak luput dari sasaran.

“Melalui media sosial kami berusaha mempromosikan wajah kessilampe kepada dunia. Bantu kami memperkenalkan Kessilampe dengan membagikan kepada orang lain bahwa halaman ini ada,”jelas Zulfiah yang juga Dosen pada Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo saat dihubungi mediakendari.com, Jumat (6/9/2019).

Kain Gorden, Usaha Warga Kessilampe lainnya. (Foto: Istimewa)

Untuk diketahui, akun media sosial tersebut yakni halaman facebook kelurahan kessilampe, @kel.kessilampe dan akun youtube Kelurahan Kessilampe.

Alumni Universitas Gajah Mada tahun 2015 ini mengatakan pihaknya bersama mahasiswa KKN Tematik UHO juga telah melakukan survey terhadap dua sekolah tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kelurahan Kesilammpe.

Hasilnya, sebanyak 90 persen siswa SD dan SMP di Kelurahan tersebut telah menggunakan media sosial dan permainan (games) dari telepon pintar (smartphone) jenis android yang dimilikinya.

BACA JUGA:

Atas survey tersebut, mahasiswa KKN tematik bersama Pascasarjana UHO menggelar penyuluhan “cara bersahabat dengan media sosial” kepada warga setempat yang meliputi ibu-ibu, dan remaja dari karang taruna.

Penyuluh dari Pascasarjana UHO, Zulfiah Larisu mengatakan pemanfaatan media sosial kini tak lagi dapat dihindari, namun diharapkan media sosial dapat dimanfaatkan secara positif dengan diimbangi pengetahuan yang cukup.

“Anak-anak perlu pendampingan dan pengawasan orang tua dalam menggunakan media sosial agar anak-anak tidak menjadi korban,” tegas alumni Universitas Airlangga tahun 2004 ini.

Penyuluhan ini, lanjut Zulfiah, untuk menambah wawasan peserta dalam memahami dampak negatif dan pentingnya media sosial. Jika sebelumnya hanya digunakan untuk memperbarui status dan foto, kini peserta dapat mengetahui lebih banyak tentang pemanfaatan media sosial khususnya untuk mencari informasi penting dan kepuluan promosi usaha.

“Kami harap masyarakat Kessilampe dapat mengatasi dampak negatif dari media sosial dan menggunakannya dengan cara yang benar pula,” tutupnya.

error: Content is protected !!