Lokasi pabrik yang tergenang banjir

Lokasi Pabrik Terendam Banjir, PT VDNI Kurangi Produksi Hingga 20 Persen

Redaksi

KONAWE – Akibat lokasi pabrik tergenang banjir, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) bakal mengurangi produksi veronickel hingga 20 persen, selama masa bencana banjir yang juga turut merendam sebagian besar wilayah Konawe.

Diungkapkan General Manager PT VDNI Rusmin Abdul Gani, akibat banjir ini akses menuju kawasan pabrik juga tergenang air, sehingga menyulitkan karyawan pabrik untuk beraktifitas.

“Kondisi pabrik saat ini tergenang air, dan juga akses menuju pabrik terputus akibat banjir sehingga sebagian besar karyawan tidak bisa masuk untuk bekerja,” jelas Rusmin, pada mediakendari.com, Rabu (12/6/2019).

Dengan kondisi tersebut, kata Rusmin, setelah dirinya melakukan pertemuan dengan Presiden Direktur PT VDNI Tony Zhou, maka diputuskan untuk mengurangi produksi hingga 20 persen.

“Jika kondisi bencana ini terus berlanjut, ada kemungkinan seluruh aktifitas produksi di PT VDNI kemungkinan di stop, dan ini akan berdampak pada kerugian yang sangat besar yang akan VDNI alami,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia berharap Pemerintah Provinsi dan Daerah bisa bersama dengan PT VDNI untuk menangani bencana banjir yang saat ini melanda, khususnya pada penanganan akses jalan.

“Mari bersama untuk membenahi khususnya akses jalan provinsi, sehingga kendaraan untuk distribusi logistik, serta karyawan bisa masuk dan tidak terhambat,” tambahnya.

Rusmin juga menjelaskan, atas bencana banjir yang melanda wilayah Pabrik, yang berdudukan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe ini, pihaknya telah menurunkan dua alat berat.

“Satu unit eksavator untuk membantu penanganan jembatan yang terputus, sedangkan yang satunya di akses jalan alternatif. Jadi dari sisi teknis kita sudah membantu pemerintah untuk memperbaiki akses jalan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, melalui yayasan ‘Andrew and Tony Foundation’ milik Presiden Direktur PT VDNI Tony Zhou, juga telah disalurkan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk pembelian bahan makanan dan minuman.

Baca Juga :

“Bantuan ini disalurkan bagi warga dan karyawan yang tinggal disekitar pabrik yang juga turut menjadi korban banjir,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, saat ini pihaknya tengah fokus pada penanganan banjir di lingkungan perusahaan, karena membutuhkan perhatian serius tidak hanya selama banjir tapi juga pasca banjir.

“Atas bencana yang terjadi, kami juga menjadi korban dengan kondisi yang cukup parah juga, sehingga kami harus mengurangi produksi hingga 20 persen, karena akses terhambat dan bahkan karyawan tidak bisa masuk kerja,” ujarnya.

Untuk itu, kata Rusmin, pihaknya baru akan fokus pada penanganan banjir diluar kawasan perusahaan setelah permasalahan akibat banjir di internal perusahaan bisa tertangani dan pabrik bisa beroperasi seperti biasa.

“Untuk penanganan banjir diluar kawasan perusahaan kami belum bisa terlalu fokus, sampai penanganan banjir di pabrik bisa teratasi dan bisa beroperasi kembali,” pungkasnya.