Tanaman yang gagal panen akibat debu Foto : Hendrik B./a

Tanaman Seluas 5000 Meter Milik Distan Kota Kendari Gagal Panen Akibat Debu

Reporter : Hendrik B

Editor : Kang Upi

KENDARI – Beragam jenis tanaman yang dikembangkan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Benih Tanaman (UPTD BBT) Dinas Pertanian Kota Kendari gagal panen.

Gagal panen ini disinyalir disebabkan debu kendaraan dari aktivitas ratusan truk di dekat lahan pertanian milik UPTD BBT, yang jaraknya hanya 20 meter dari jalan raya.

Aktivitas truk itu merupakan imbas proyek jembatan di Jalan Poros Moramo – Kendari, yang membuat kendaraan berat harus melewati Jalan Pemuda Abeli Pudai di Kompleks Perumahan Hilwa Zaitun II, Kelurahan Abeli, sebagai jalan alternatif.

Sedangkan, lahan pertanian seluas 5000 meter milik UPTD BBT yang ditanami sayuran, serta tanaman jangka panjang seperti jeruk, mangga, dan tanaman berada di kompleks perumahan tersebut.

Pengelola UPTD BBT Distan Kota Kendari, Agus, tanaman yang paling terdampak akibat debu kendaraan itu adalah sayuran yang hanya berjarak 20 meter dari jalan.

Akibatnya, bunga tanaman itu tertutup dengan debu sehingga sayuran tidak bisa berkembang atau gagal panen.

“Padahal tanaman sayuran itu sudah berbunga, tapi karena debu itu, bunganya gugur semua,” ungkapnya kepada mediakendari.com, Minggu (08/09/2019).

Selain sayur, debu juga mendampak pada tanaman jangka panjang seperti jeruk, mangga, dan tanaman lainnya.

“Jadi yang gagal panen itu seluas 0,5 Hektar atau 5000,” ungkap Agus.

Untuk itu Ia berharap, kendaraan berat yang melewati kompleks lingkungan tersebut dapat memperhatikan kondisi disekitar, salah satunya agar tidak memberikan debu bagi masyarakat.

“Kami minta tolong saja sama pengemudi agar memperhatikan lingkungan yang ia lewati, agar masyarakat tidak dapat imbasnya dari debu tersebut,” harapnya. /C

error: Content is protected !!