Kepala Bank Muamalat Kantor Cabang Kendari, Fitrawan

Usai Renovasi 12 Masjid Terdampak Banjir di Konawe, BMM Terus Bergerak Salurkan CSR ke Daerah Lain

Editor: Kang Upik

KENDARI – Yayasan Baitulmal Muamalat (BMM) yang didirikan Bank Muamalat berkomitmen untuk menyalurkan dana bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat.

Dana CSR yang dihimpun melalui zakat, infak dan sedekah dari karyawan Bank Muamalat dan dana bantuan sosial lainnya, akan disalurkan seluas-luasnya untuk mereka yang membutuhkan.

Terbaru, melalui program CSR ini BMM merenovasi 12 masjid yang mengalami kerusakan parah akibat banjir di Kabupaten Konawe. Tidak hanya itu, BMM juga menyasar daerah lain di Sultra yang membutuhkan bantuan.

“Kenapa kami memberikan bantuan renovasi 12 masjid di Konawe, karena setelah dilakukan survei dan asesment oleh tim BMM, bahwa ada 12 masjid yang kondisinya sungguh memprihatinkan setelah terdampak banjir,” kata Kepala Bank Muamalat Kantor Cabang Kendari, Fitrawan, Jumat (23/8/2019)..

Menurutnya, untuk penyaluran CSR di Konawe pihaknya memang berkomitmen untuk memberikan bantuan khusus bagi korban bencana banjir, melalui renovasi 12 masjid.

“Kalau informasi dari Pemda Konawe, baru kita perusahaan yang memberikan bantuan seperti ini. Dan kami juga melihat bahwa bantuan sarana ibadah juga memang sangat diperlukan karena banyak yang rusak,” jelasnya.

BACA JUGA:

Fitrawan menuturkan, untuk daerah terdampak bencana lainnya di Sultra, pihaknya belum memfokuskan untuk memberikan bantuan. Namun tidak menutup kemungkinan setelah Konawe, akan bergerak ke daerah lain.

“Kami akan melihat kemampuan kami dari dana yang terkumpul di yayasan BMM, sekira kita mampu maka tidak menutup kemungkinan daerah terdampak bencana lainnya akan kita berikan bantuan, apa yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Sesuai tujuannya, kata Fitrawan, BMM dalam menyalurkan dana sosial Bank Muamalat, serta dana sosial yang dihimpun dari para dermawan, pihaknya tidak memiliki syarat khusus untuk menyalurkan bantuan.

“Jadi sepanjang penyaluran CSR yang telah kami lakukan, itu tidak ada syarat atau ketentuan khusus untuk memberikan bantuan, memang ada proses survei dan asesmen tapi itu hanya pengecekan untuk menyesuaikan dengan jenis bantuan yang diberikan,” ujarnya.

Jadi yang dibantu bisa siapa saja dan apa saja, lanjut Fitriawan, termasuk rumah tidak layak huni milik guru ngaji, bantuan beasiswa, bantuan pangan bagi kaum duafa hingga pemberdayaan sosial berupa pelatihan usaha.

“Kami juga memberikan pelatihan usaha atau peningkatan ekonomi masyarakat sebagai penyaluran CSR, jadi bukan hanya bantuan renovasi bangunan atau pembangunan sarana publik,” pungkasnya.

error: Content is protected !!