oleh

FEBI IAIN Kendari Bantu Pendirian BMT di Muna

 

REDAKSI

MUNA –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara pada 9 hingga 11 April 2021.

Kegiatan ini dipusatkan di Yayasan Ibnu Abbas di Kota Raha, Kabupaten Muna. Yayasan Ibnu Abbas menyelenggarakan jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA) dengan jumlah siswa lebih dari 1.000 orang.

Pada kesempatan tersebut, FEBI memberikan pendampingan terkait proses pendirian dan pengembangan Lembaga Keuangan, Koperasi dan Baitul Maal Wat Tamwiil (BMT) berbasis komunitas/organisasi masyarakat.

Ketua Yayasan Ibnu Abbas Muna, Hasrullah dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya sangat membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan profesionalitas tata kelola keuangan.

“Sudah lama kami ingin melakukan pengelolaan keuangan yang terstandar, tetapi kemampuan kami masih sangat terbatas. Kami juga ingin mendirikan koperasi sendiri yang akan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi yayasan, tetapi lagi-lagi kami terkendala soal skill dan pengalaman,” ungkapnya.

Dia berharap, pendampingan dari FEBI IAIN dapat menjadi solusi pengelolaan keuangan yayasan yang bernilai miliaran rupiah per tahun itu.

Dekan FEBI, Rusdin Muhalling mengatakan, program pengabdian masyarakat ini ditargetkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi umat dan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk menjadi sumber pendapatan baru melalui pendirian lembaga keuangan syariah.

“Kami memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat sesuai dengan motto fakultas yaitu pencipta kelas menengah baru Indonesia. Sudah seharusnya potensi dan kemampuan yang kami miliki selaku akademisi ditransfer kepada khalayak agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Mudah-mudahan kerjasama dengan yayasan Ibnu Abbas ini dapat menghasilkan potensi ekonomi baru bagi yayasan maupun masyarakat secara umum,” paparnya.

Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Program Studi Ekonomi Syariah, Abdul Wahid Mongkito bersama dosen keuangan Syariah Muljibir Rahman memberikan pembekalan tentang bagaimana cara mengembangkan lembaga keuangan tersebut. Mereka memberikan gambaran tentang struktur organisasi, akad dan produk BMT, laporan keuangan BMT termasuk persyaratan dan tata cara pendirian.

Hal serupa juga dilakukan oleh Program Studi Perbankan Syariah dengan materi pendampingan terkait pengelolaan lembaga dan manajemen keuangan pondok pesantren dan sekolah berbasis teknologi. Pendampingan ini dilakukan oleh Dosen Lembaga Keuangan Syariah Dr. Suman Anselah dan Alwahidin, M.Sc. Keduanya memperkenalkan pemanfaatan aplikasi sederhana untuk mengelola keuangan yayasan.

Kegiatan pendampingan diikuti secara serius dan antusias oleh peserta dari pihak yayasan baik pada sesi ceramah maupun diskusi.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan hari ini, sungguh kegiatan sperti ini sudah lama kami tunggu”, kata Ketua Yayasan Ibnu Abbas Muna Hasrullah usai kegiatan ini berlangsung.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pendatanganan Nota Kesepahaman antara FEBI dan Yayasan Ibnu Abbas Muna yang saat ini telah memiliki dua cabang di kecamatan Lasalepa dan Tongkuno.

Usai melaksanakan kegiatan pengabdian di yayasan Ibnu Abbas, tim FEBI yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, Ketua Prodi, Dosen dan Tenaga Kependidikan itu berkesempatan mengunjungi sejumlah industri rumah tangga seperti UD. Wuna Bharakati,  produsen teh hijau berbahan baku kelor dan produsen mete, CV. Husakasari Semesta. Kedua usaha kecil ini akan menjadi lokus riset dan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa FEBI.

Terkini