Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
KENDARI, Mediakendari.com – Mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) membuat gebrakan baru dalam penguatan literasi digital di kalangan pemilih pemula.
Melalui program sosialisasi literasi AI Pemilu, mereka menyasar siswa SMAN 10 Kendari, Senin (21/9/2026).
Mengusung tema kekinian “Dari Viral ke Slopaganda”, sosialisasi digelar di kelas XI A2 pukul 08.00-09.00 WITA. Kegiatan ini fokus membekali siswa sebagai pemilih pemula agar tidak mudah terjebak konten politik manipulatif yang marak di media sosial.
Materi disampaikan langsung oleh mahasiswa Jurnalistik, “Nafsiyah Hamidah Husain”.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat produksi dan penyebaran informasi politik semakin mudah, cepat, namun rawan menyesatkan.
Dalam pemaparannya, Nafsiyah memperkenalkan istilah slopaganda — yakni konten yang diproduksi atau disebar secara massal dengan memanfaatkan teknologi AI untuk menarik perhatian dan menggiring opini publik terhadap suatu isu.
Siswa juga dibekali pemahaman tentang ciri-ciri slopaganda dan perbedaannya dengan hoaks.
“Informasi yang viral tidak otomatis benar. Jangan langsung percaya dan share, cek dulu sumber dan konteksnya,” tegas Nafsiyah di hadapan siswa.
Tak hanya teori, siswa juga diajarkan metode praktis “SANTAI” untuk menyaring informasi:
*S* – Stop sejenak
*A* – Amati sumbernya
*N* – Nilai konteksnya
*T* – Telusuri informasinya
*A* – Amankan diri dari manipulasi
*I* – Informasikan dengan bijak
Metode ini diharapkan menjadi filter sederhana bagi siswa saat menemukan konten politik di TikTok, Instagram, maupun X.
Gebrakan mahasiswa Jurnalistik FISIP UHO ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi AI dan literasi informasi di kalangan generasi Z, agar lebih kritis, cerdas, dan tidak mudah menjadi korban slopaganda di tahun politik.
Editor : Tim Redaksi.
