Geliat Ekonomi Pasca Pandemi, UMKM di Kendari Tembus Angka 41 Ribu

NEWS327 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kendari naik menjadi dua kali lipat di tahun 2022, dibanding tahun 2021.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Alda Kesutan Lapae mengungkapkan, pelonjakan UMKM tersebut setelah dibukannya pendaftaran Online Data System (ODS).

“Sebelum covid UMKM 21 ribu kalau nda salah. Setelah dibuka pendaftaran online, ODS namanya. Itu mulai berkembang UMKM , di tahun 2022 tercatat sebanyak 41 ribu,” ujar Alda Kesutan Lapae.

Menurutnya, hal itu dikarenakan Kendari merupakan Kota Jasa. Di mana masyarakat bertahan hidup dengan menyesuaikannya kondisi lingkungannya.

Baca Juga : Cegah Stunting, DPPKB Konsel Imbau Bumil Intervensi Calon Bayi Sejak Awal Kehamilan

“Kota Kendari itu kan kota jasa, jadi untuk bisa bertahan dalam keadaan apapun Kota Kendari itu harus menghidupkan UMKM dengan cara berusaha menyesuaikan dengan keadaan lingkungannya,” ujarnya.

Meski demikian, dari banyaknya UMKM yang ada di Kota Kendari tidak sedikit pula yang gulung tikar, terlebih di saat masa pandemi covid-19 melanda beberapa tahun lalu.

Alda menyebut, kondisi itu berbeda dengan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang mampu bertahan, sebab yang diperjual belikan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Usaha Kecil dan Mikro itu punya pertahanan lebih kuat dibanding yang menengah ke atas (UMKM). Banyak yang gugur kan kemarin yang menegah ke atas tapi yang mikro, nda,” katanya.

Sehingga menjadi hal yang wajar bila UKM dikatakan sebagai pejuang-pejuang perekonomian Indonesia. Sebab mampu bertahan dalam kondisi covid maupun inflasi.

Baca Juga : Kesal karena Istrinya Merasa Diberatkan dalam Sebuah Kasus, Sang Suami Aniaya Saksi

Dari tumbuh kembangnya UMKM itu, Kata Alda sekitar sebanyak 2000an pelaku yang telah dilatih untuk dapat memasarkan produknya hingga go nasional. Di mana pelatihan itu mulai dari peningkatan kapasitas, label halal, go digital, go online dan go global.

Selain itu, bantuan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baik fisik maupun non fisik sebagian dialokasikan untuk perkembangan produk para pelaku UMKM.

Bantuan yang diserap APBN termaksud juga dan ada dana APBD baik fisik maupun non fisik, itu kami sudah lakukan untuk kemajuan-kemajuan UMKM.

“Sehingga kalau kemampuan UMKM sekarang dia bisa bertahan dan sempat ada beberapa UMKM yang sudah go nasional produknya masuk di sana itu merupakan hasil dari pelatihan kami selama ini,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Ismail

Facebook : Mediakendari