GP3SI Berhasil, Hasil Panen Petani di Bombana Naik 1,5 Ton

Reporter : Hasrun

Editor : Kang Upi

KASIPUTE – Program Gerakan Peningkatan Produksi Padi Sawah Irigasi (GP3SI) di Kabupaten Bombana berhasil meningkatkan hasil panen para petani, antara 1,5 Ton hingga 2 Ton.

Salah satu wilayah yang sukses menerapkan program GP3SI ini yakni Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara. Dafid, salah seorang petani di desa tersebut mengakui, setelah menggunakan pola tanam program GP3SI, hasil panen meningkat hingga 1,5 ton gabah, perhektarnya.

“Dalam 1 hektar, ada peningkatan 12 karung dari sebelumnya. Saya timbang perkarung ada yang 115 kilo, ada yang 118, jadi sekitar 1,5 ton semua,” ungkap Dafid.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Usman Yudistira (32) menjelaskan, bahwa sistem tanam padi menggunakan Jarwo 21, membuat tanaman kurang diserang penyakit serta hama.

“Penyakit penggerek batang, hama dan tikus dapat teratasi,” imbuhnya.

Ia juga menjelasakan, rata – rata anggota Kelompok Tani Mekar Jaya berhasil menaikan hasil panennya hingga mencapai 2 ton per hektar.

Hal senada juga disampaikan anggota Kelompok Tani Tumbuh Subur, Alimin (52), bahwa dengan mengunakan sistem tanam Jarwo 21, dan bibit padi jenis Impari 33, hasil panen berbeda jauh dari sebelum mengikuti Program GP3SI.

“Karena perawatannya lebih enteng, bibit yang digunakan lebih sedikit, tapi anakannya lebih banyak,” pungkasnya.

Atas hasil ini, Kepala Dinas Pertanian Bombana, Hj. Andi Nur Alam mengatakan, bahwa bantuan program GP3SI akan digilir ke daerah pertanian sawah Irigasi yang belum dapat bantuan ini.

Untuk itu, Ia berharap petani di wilayah yang sudah mengetahui program GP3SI, khususunya sistim tanam Jarwo 21, bisa melakukan hal yang sama saat musim tanam tiba.

“Bisa menggunakan pupuk berimbang, cara perawatan dan pestisida yang gunakan. Apalagi mereka sudah liat peningkatannya mencapai 1,5 hingga 2 ton perhektar,”pungkasnya. (A)


Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda