oleh

Gubernur Ali Mazi Perkuat Kolaborasi, dan Integritas Antara Pusat dan Daerah

-NEWS-61 dibaca

KENDARI – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., menyampaikan kata sambutan pada acara Pembukaan Kegiatan Leadership Development Programme for Disaster Risk Management: Kepemimpinan pada Situasi Krisis, di The Trans Resort Bali, Seminyak, Bali, tanggal 21 Mei 2022.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Prov. Sulawesi Tenggara Muhammad Yusuf, SE., M.Si., dan Kepala Biro Umum Setda Prov. Sultra Abdul Rajab, ST., M.Si., juga para Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini adalah salah satu bentuk komitmen dan sinergitas yang kuat antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Pemerintah Daerah untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di seluruh wilayah Negara Kesatauan Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara. “Kami sadari bahwa komitmen ini harus terus diperkuat, melalui kolaborasi, integritas dan langkah bersama antara pusat dan daerah. Salah satunya adalah bersama-sama mendorong peningkatan kapasitas secara terus menerus dan intensif, khususnya bagi para bupati/walikota sebagai leader (pemimpin) di wilayahnya masing-masing,” kata Gubernur Ali Mazi.

Disadari bersama, bahwa permasalahan kebencanaan saat ini dan kedepan diprediksi akan semakin kompleks, karena adanya pemanasan global, dan atau munculnya kejadian-kejadian luar biasa yang tidak dapat terprediksi sebelumnya, baik berupa bencana alam maupun bencana non-alam dan berpotensi menimbulkan krisis multi sektor, dengan berbagai kerugian yang ditimbulkan (materi maupun non materi).

Tentunya perlu disikapi secara cerdas, bijak, cepat dan tepat, melalui pengelolaan bencana yang baik dalam hal antisipasi dan mitigasi bencana. Dengan kata lain, kita harus mampu memahami ancaman, kerentanan dan kekuatan atau kapasitas penanggulangan bencana yang mana hal ini menjadi salah satu indeks kinerja utama dari pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Berbagai upaya dan langkah penting yang ditempuh untuk dapat mengurangi potensi dan dampak dari bencana, selain berkaitan dengan penyediaan infrastruktur serta sarana dan prasana, dan ketersediaan pendanaan, tetapi juga dalam kaitannya dengan peningkatan kapasitas manusia Indonesia dalam penanggulangan bencana.

Peningkatan kapasitas penanggulangan bencana yang harus dilakukan tidak hanya bagi para pelaku di tingkat nasional, namun juga para pelaku di daerah, khususnya para pemimpin di daerah, sebab mereka yang sesungguhnya lebih memahami situasi kebencanaan dan menjadi ujung tombak dalam penanggulangan bencana di wilayahnya.

“Kita patut bersyukur pada kesempatan yang berharga ini kita akan mendapatkan sharing pengalaman dan pengetahuan dari narasumber yang merupakan tokoh-tokoh Nasional yang telah lama berkecimpung dalam bidang kebencanaan. Tentunya pengalaman dan pengetahuan yang mereka berikan nantinya merupakan hal yang sangat bernilai bagi kita semua,” tukas Gubernur Ali Mazi.

 

Gubernur Ali Mazi mengharapkan kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan seksama untuk kemudian dijadikan acuan dalam mengambil kebijakan strategsi pengurangan risiko bencana dan langkah-langkah yang sistematis, terpadu dan terarah berdasarkan pengalaman penanggulangan bencana dari pemerintah pusat dalam hal ini badan nasional penanggulangan bencana.

 

Reporter : Sardin.D

Terkini