Redaksi
KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, enggan mengomentari terkait kasus dugaan desa fiktif di Kabupaten Konawe, yang saat ini sedang ditangani Polda Sultra.
Ali Mazi bilang, terkait masalah itu, biarkan penyidik Polda yang melakukan penyelidikan.
“Saya tidak mau komentari. Itu haknya penyidik Polda,” kata Ali Mazi saat ditemui digedung DPRD Sultra, Senin (19/8/2019).
BACA JUGA :
- Tanggap Kebutuhan Warga, Batalyon A Pelopor Brimob Sultra Gelar Aksi Bantuan Air Bersih
- Lima ASN Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi di Konawe, GERAK SULTRA Pertanyakan Kesungguhan Penyidik Terhadap Kasus Makan Minum Saat Pj Bupati Harmin Ramba Rp, 9, 2 M
- Polres Konawe Tetapkan Lima ASN Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Rp883 Juta
- Gubernur Sultra Rotasi Kepala SMA, Kepsek SMA 4 Kendari di Mutasi Ke Soropia, Ini Daftar Lengkapnya
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
Ali Mazi menyerahkan sepenuhnya terkait kasus tersebut ke Polda. “Ya biar mereka (Polda Sultra) ajalah,” singkatnya.
Sebelumnya, Polda Sultra menegaskan akan tetap melanjutkan kasus dugaan desa fiktif di Kabupaten Konawe.
“Saya tidak akan hentikan kasus itu, kasusnya saya pastikan berlanjut,” tegas Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, pekan lalu.
Kapolda juga mengatakan bahwa pihaknya meminta bantuan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan audit. “Kita sudah kirim surat ke KPK, meminta untuk membantu mengaudit. Kami juga di backup oleh Bareskrim,” katanya.
Iriyanto juga meminta dukungan moril terhadap masyarakat Sultra, khususnya Konawe untuk menyeleseikan kasus tersebut. “Saya minta dukungan moril, agar segera menyeleseikan kasus ini,” pungkasnya.
