oleh

Harapan Baru Lawan Pandemi di Sultra, Vaksin Sinovac “Enak dan Baik Untuk Harimu”

Reporter : Febi Purnasari

KENDARI – Bak tamu VVIP atau very very important person yang berarti orang yang dianggap sangat penting, vaksin sinovac tiba di Bandara Halu Oleo (HO), Selasa, 05 Januari 2020 sekira pukul 07.00 WITA.

Selayaknya tamu VVIP, kehadiran Vaksin Sinovac di Bumi Anoa pun disambut sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sultra, plus kawalan ketat ratusan personil aparat kepolisian dan TNI.

Pejabat Pemprov Sultra yang turut menjemput vaksin tersebut yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Hj Usnia dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Nur Endang Abbas.

Dari pihak kepolisian hadir Karo Ops Polda Sultra Kombes Pol Tumpal Damayanus, Dir Intelkam Kombes Pol Suswanto, Dansat Brimob Kombes Pol Adarma Sinaga, serta Kabid Dokkes Polda Sultra Kombes Pol dr. Bambang Triambodo.

Vaksin Sinovac memang bukan tamu biasa, produk perusahaan farmasi asal China, Sinovac Biotech Ltd ini merupakan cahaya harapan baru dalam upaya melawan pandemi covid-19.

Berangkat dari ruang penyimpanan khusus di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat vaksin sinovac sebanyak 20.400 dosis ini diterbangkan ke Sultra menggunakan pesawat batik air.

Setibanya di Bandara HO, vaksin sinovac yang dikemas dalam 11 paket dos berwarna putih dengan ukuran 1 meter persegi ini diangkut menuju ruang penimpanan khusus di Dinkes Provinsi Sultra.

Pengangkutannya pun menggunakan kendaraan berpendingin khusus dengan suhu antara 2 hingga 8 derajat celsius. Kendaraan khusus yang dipilih tersebut yakni mobil boks es krim Aice.

Dengan diangkut mobil box new carry suzuki ini, vaksin sinovac menempuh perjalanan sekitar 45 menit sebelum tiba di ruang penyimpanan dengan pendingin khusus atau cooling room di Dinkes Provinsi Sultra.

Sepanjang perjalanan, vaksin sinovac dikawal 192 personel gabungan Polda Sultra dan Satuan Brimobda Polda Sultra. Turut dikerahkan juga sejumlah kendaraan taktis baracuda milik Brimob Polda Sultra.

Ketatnya pengawalan perjalanan vaksin dari ruang cargo Bandara HO ke Dinkes Sultra ini sendiri menarik perhatian. Tidak sedikit warga yang memperhatikan sekelebat laju mobil boks tersebut.

Mobil boks berwarna dominan biru dengan lingkaran kecil berwarna pink dan hijau bergambar susu putih telur ceplok itu melaju ditengah kepungan polisi bermotor dan mobil di depan dan belakang.

Kepada MEDIAKENDARI.com, Dansat brimob Kombes Pol Adarma Sinaga menuturkan, pihaknya telah telah melakukan persiapan untuk pengamanan ini sejak dua hari sebelum kedatangan.

“Persiapan ini kita sudah lakukan dua hari terakhir, baik itu rute maupun kesiapan personil,” terang Kombes Pol Adarma Sinaga, ditemui di Dinkes Provinsi Sultra usai mengawal vaksin.

Dari amatan MEDIAKENDARI.com, kekhususan dalam pengawalan dan penjagaan vaksin sinovac ini seakan menegaskan adanya kemaslahatan yang besar dalam usaha melawan pandemi.

Hal itu nampak sesuai dengan tulisan bercetak tebal berwarna putih yang ada di sisi pinggir boks yang bertuliskan ‘Enak dan Baik Untuk Harimu’, yang sebenarnya adalah tagline dari es krim Aice.

Tulisan itu seakan menegaskan, bahwa keberadaan dan kedatangan vaksin sinovac di Bumi Anoa akan membawa harapan adanya kebaikan untuk hari-hari kita dimasa mendatang.

Tahap Pertama, Vaksinasi di Prioritaskan Untuk Nakes

Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, vaksinasi untuk tahap perdana akan diberikan bagi tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan dalam “perang” melawan pandemi.

Boks vaksin sinovac. Foto: Ist

Untuk di Sultra, sebanyak 10.200 tenaga kesehatan (Nakes) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Nur Endang Abbas menjelaskan, dalam proses vaksinasinya, vaksin akan diberikan secara injeksi atau disuntikan sebanyak dua kali untuk tiap satu orang nya.

“Jumlah vaksin tahap pertama ini 20.400 buah. Jenis vaksin ini injeksi, jadi setiap nakes itu akan diberikan dua kali pemberian,” kata Nur Endang Abbas saat ditemui usai mengawal vaksi ke Dinkes Provinsi Sultra.

Menurutnya, untuk pendistribusian ke 17 kabupaten dan kota sendiri saat ini masih menunggu aturan dan mekanismenya dari pusat. Untuk sementara waktu, vaksin akan disimpan di gedung pendingin yang ada di Dinkes Sultra.

“Kita masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari BPOM dan Kemenkes RI, untuk distribusi ke daerah masih menunggu perintah dari pusat itu biar sama semua,” terang Nur Endang Abbas.

Selain itu juga, Plt Dinkes Sultra, Usnia menuturkan, nantinya para nakes yang akan disuntik vaksin untuk vaksinasi perdana ini akan menerima SMS pemberitahuan dri pusat.

“Nakes yang memiliki penyakit bawaan, berusia diatas 60 tahun, ibu hamil tidak dibolehkan untuk vaksinasi sesuai dengan anjuran dari Kementrian Kesehatan,” tuturnya. /A

Terkini