oleh

Harga Bahan Pokok di Kota Kendari Mulai Naik Jelang Ramadan

 

Reporter: Nina Piratnasari

KENDARI – Harga sejumlah bahan pokok mulai mengalami kenaikkan jelang bulan Ramadan di Kota Kendari. Hal ini terpantau di sejumlah pedagang pasar Kota Kendari yang menjual bahan pokok pada Kamis, 8 April 2021.

Yuli (28), pedagang di Pasar Lawata mengatakan, beberapa bahan pokok yang dijualnya mulai mengalami kenaikkan beberapa hari belakangan.

“Bawang merah, bawang putih, cabai besar, sama cabai keriting, itu yang paling banyak naik,” katanya saat ditemui MEDIAKENDARI.COM di tempatnya berdagang pada Kamis, 8 April 2021.

Ia mengaku, bawang merah yang biasanya dijual Rp 30.000 per kilogram naik menjadi Rp 40.000 per kilogram. Cabai rawit yang sebelumnya Rp 40.000 per kilogram tembus Rp 55.000 per kilogram.

“Cabai besar juga naik, minyak goreng malah duluan naik. Biasanya kalau besok sudah mau puasa tambah naik lagi, apalagi kalau stoknya mulai kosong” katanya.

Meski demikian, ia mengungkap jika masih ada beberapa bahan pokok yang harganya tetap stabil, seperti beras, gula pasir, terigu, dan mentega.

“Gula pasir masih tetap, mentega juga. Mungkin naiknya nanti ya kalau sudah dekat lebaran Idul Fitri, kan ibu-ibu sudah mulai buat kue,” tambahnya.

Sementara itu, di Pasar Korem Mandonga harga bahan pokok juga terpantau mengalami kenaikan, seperti bawang putih, cabai, dan minyak goreng.

Jamal (30), seorang pedagang telur mengaku, harga telur yang didatangkannya dari Sidrap, Sulawesi Selatan sejak hari Rabu kemarin mengalami kenaikan.

“Iya, melonjak. Naik Rp 4000. Kemarin itu modalnya sampai di sini cuma Rp 39.000, sekarang Rp 43.000. Jadi harga pasarannya juga ikut naik. Yang paling kecil Rp 38.000 satu rak kalau yang paling besar Rp 55.000,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Tahir (28), pedagang ayam broiler mengungkapkan jika harga ayam di pasaran juga ikut mengalami kenaikan harga Rp 5.000 per ekornya.

“Tadinya yang besar harganya Rp 60.000 sekarang Rp 65.000 per ekor. Makin dekat puasa biasanya main naik lagi,” tutupnya. (B)

Terkini