Harga Gabah Petani Konawe Disepakati Rp 4.200 Sesuai Standar Kualitas Bulog

Reporter: Hasmar Tombili

UNAAHA – Perum Bulog Divre Sultra, Pemda Konawe, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan mitra Bulog menyepakati harga Gabah Kering Panen (GKP) kualitas terendah sebesar Rp.3.600.

Harga GKP tersebut disepakati dalam rapat bersama membahas tata niaga gabah dan beras guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani Konawe, di Ruang Kerja Wakil Bupati Konawe, Kamis 21 Mei 2020.

Dalam rapat tersebut diputuskan enam poin sebagai acuan dalam tata niaga gabah dan beras, yaitu :

1. Menetapkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) dengan kualitas terendah Rp.3.600  di tingkat peluncur dan penggilingan.

2.Diharapkan serapan GKP beras oleh Bulog dan dilakukan hingga akhir musim panen, yaitu pada Juli setiap tahun untuk musim tanam pertama.

3. Pemda Konawe  akan memberikan sarana dan prasarana dalam mendukung pasca panen pada tingkat penggilingan padi melalui Dinas TPHP yang bersumber dari dana aspirasi DPR RI.

4. Dalam rangka menjaga informasi dan pengawasan terhadap harga gabah melalui grub Whatapp bersama antara Pemda dan Bulog.

5. Pemda Konawe melalui Dinas Perindagkop segera melakukan uji tera dan kalibrasi semua alat ukur yang digunakan baik di tingkat petani ataupun pengusaha beras di Konawe.

6. Diharapkan KTNA untuk bersama sama pihak penggilingan menjalin mitra dalam hal pembelian gabah di tingkat petani.

Dikesempatan tersebut Kepala Perum Bulog Sultra, Emin Tora berjanji pihaknya akan menyerap beras dari petani di Kabupaten Konawe sebanyak 200 ton sehari.

“Alhamdulillah gudang di Konawe saya bisa menyerap beras 200 ton perhari dan penyerapan ini berjalan lancar,” kata Ermin.

Dirinya juga menegaskan, salah satu fungsi Bulog yakni menjaga persediaan  yang cukup, akses dan harga beras terjangkau masyarakat dan melakukan stabilitas harga.

“Ketika penyangga terpenuhi dan volume pasokan besar maka secara otomatis ada pasokan besar. Itu saya sudah lakukan disini dengan menyiapkan dana yang cukup dan ketercukupan gudang untuk meyerap hasil petani,” kata Ermin.

Sementara itu, Wakil bupati Konawe, Gusli Topan Sabara dalam sambutannya menjelaskan, dirinya mengapresiasi Kepala Bulog Divre Sultra dalam menyikapi persoalan petani Konawe.

“Terima kasih banyak Pak Divre sudah hadir di Konawe dalam menyikapi persoalan petani,” ujar Gusli.

Dikesmpatan yang saama, Kadis Ketahanan Pangan Muhammad Akbar menjelaskan, untuk poin 1 hasil rapat tersebut yakni pembelian gabah Rp 3.600 merupakan batas minimal dalam pembelian Gabah Kering Panen (GKP).

“GKP dengan harga itu yakni yang mengandung kadar air diats 25 % atau gabah yang dipanen saat hujan dan atau terendam dan rebah serta mengandung kotoran hampa sampai diatas 10 % maka harganya ditetapkan ditingkat petani minimal Rp. 3,600 per kilogram antara petani dengan peluncur tidak boleh dibawah itu dengan potongan hanya 2 kilogram per karung untuk jerami dll,” kata Muhammad Akbar.

Sedangkan untuk gabah dengan kualitas dibawah kadar air 25 % dan kotoran hampa dibawah 10 % harganya tetap sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp. 4.200 per kilogram dengan potongan tetap 2 kilogram per karung.

“Untuk pembelian yang langsung ke penggilingan, harga ditetapkan Rp 3.700 sampai Rp 3.800 per kilogram, untuk gabah yang berkualitas kaxdar air diatas 25 % dan kotoran hampa diatas 10%,” ujarnya.

Akbar juga menyarankan petani untuk langsung menghubungi mitra Bulog yang ada disekitar lahannya atau wilayahnya atau menghubungi KTNA setempat.

“Hubungi KTNA setempat jika akan melakukan transaksi jual beli gabah baik dengan peluncur maupun dengan pihak penggilingan agar terhindar dari permainan mafia gabah,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Distan Konawe, Syahruddin, Kadis Perindagkop Konawe, Jahiuddin dan Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar serta Perwakilan KTNA Dwi Julianto, dan Mitra Bulog Ketut Sulendra.

Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda