oleh

Indeks NTP Sultra, Bulan ini Mengalami Penurunan

KENDARI – Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 95,78, hal ini dikatakan Kepala BPS Sultra Moh. Edy Mahmud, Kamis (1/11/2018).

Dikatakannya, pada bulan Oktober ini, secara nasional 19 Provinsi mengalami kenaikan Indeks NTP, sedangkan 14 provinsi lainnya mengalami penurunan indeks.

“Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar 1,56 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Riau sebesar 1,46 persen,” ungkap Moh. Edy di ruang aula BPS Sultra.

Ia menjelaskan, pada Oktober Sultra tercatat mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,11 persen.

“Hal ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok konsumsi rumah tangga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen; kelompok perumahan 0,22 persen; kelompok sandang sebesar 0,17 persen; kelompok kesehatan 0,21 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,14 persen; serta kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,19 persen,” ucapnya.

Lanjut Moh. Edy, sedangkan pada kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,06 persen. Dirinya menguraikan, bahwa NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. Indeks NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

“Semakin tinggi Indeks NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Indeks NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani,” tutupnya.(a)

Reporter : Waty


Terkini