oleh

“Indonesia Maju” Diusianya yang ke – 75 Tahun

-OPINI-36 dibaca

Penulis : Rusli

OPINI – Hari kemerdekaan Republik Indonesia tidak terlepas dari pembembicaraan mengenai perjalanan sejarah bangsa Indonesia adalah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Peristiwa itu menjadi tonggak penting bangsa Indonesia, karena dengan proklamasi tersebut bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan dirinya sehingga sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kejadian pada Jumat tanggal 17 Agustus 1945 itu bukan berdiri sendiri secara tunggal, tetapi merupakan puncak dari rangkaian kejadian yang telah terjadi sebelumnya. Proklamasi oleh sebagain orang dianggap sebagai titik kulminasi perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya.

Dengan cara pandang seperti itu, berarti masuk akal kiranya apabila Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan bagian dari rangkaian panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya. Dihari ulang tahun Indonesia ku Negara tercinta, umurmu semakin tua dan sudah mencetak para putra putri bangsa yang menjadi ujung tombak untuk meneruskan perjuangan dan menjaga negera ini dari penjajah dari luar ataupun penjajah dari dalam negara ini sendiri.

Indonesia ku negara yang makmur yang di karuniahi berbagai sumber dalam alam yang menjadi kekayaan alam dari perut bumi di negeri tercinta ini untuk di pergunakan mensejahterakan rakyat bangsa ini dan tidak ada lagi kemiskinan di negeri ini dan juga tidak menjadi negara yang selalu di pandang sebelah mata oleh negara lain. Indonesia ku, engkaulah negara yang mampu mensejahterakan masyarakat karena sumber daya alam yang melimpah, bukan lagi harus meminta bantuan dari negara lain, Indonesia ku engkau mampu mencetak ilmuan yang tidak kalah dari negara lain.

Hanya ini menjadi delematis dengan berbagai problem yang ada di tata kelola sistem birokrasi pemerintahan kita karena terkadan anak bangsa yang memiliki keahlian dan keterampilan khusus di berbagai bidang keilmuan terutama penerapan teknologi terkini yang terus bergerak maju dan mengalami perubahan. Kemajuan suatu negara seharusnya di lihat dari berbagai sudut pandang, pendidikan, ekonomi, politik, kultur, social, agama, dan dinamika yang terjadi di suatu negara seperti halnya di Indonesia.

Kualitas sumber daya manusia suatu negara denga melalui kualitas pada pendidikan yang sungguh-sungguh diarahkan pada pencapaian Kontribusi Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang terhormat, unggul, dan diperhitungkan oleh negara lain dalam persaingan dunia terutama pada bidang teknologi. Tidak mungkin akselerasi kemajuan bangsa dapat terwujud di masa datang tanpa didukung oleh kemajuan di bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga dan bernilai luhur, terutama bagi generasi muda yang akan menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Untuk kesiapan menghadapi tantangan pendidikan era revolusi industri 4.0 adalah segera meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumberdaya manusia Indonesia melalui gaya pendidikan dengan melahirkan operator dan analis handal bidang manajemen pendidikan sebagai pendorong kemajuan pendidikan berbasis teknologi informasi di Indonesia menjawab tantangan Industri 4.0 yang terus melaju pesat.

Kebijakan manajemen pendidikan di Indonesia saat ini mendorong seluruh level pendidikan, terutama pendidikan tinggi untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan komputasi pendidikan era revolusi industry keempat. Semuanya harus dicermati mengingat perkembangan dunia serta perubahan sosial yang cepat, baik yang bersifat positif maupun negative. Perkembangan ini mengakibatkan dinamisnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan banyak dampak diantaranya revolusi industri.

Tetapi kita harus mengingat bahwa dalam menghadapi era digital ini memiliki tantangan yang mengharuskan pemerintah dan para pemuda bekerja selaras dan saling berkolaborasi agar tidak ada lagi ketimpangan pendidikan pada anak bangsa yang ingin menuntut ilmu pada usia dimana anak diharuskan untuk menuntut ilmu. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa yang demokratis tidak hanya dipengaruhi oleh situasi yang berkembang di dalam negeri, tetapi dapat pula dipengaruhi oleh konstelasi politik internasional dewasa ini.

Di samping itu, keberhasilan pembangunan sistem politik dan pendidikan yang demokratis perlu didukung pula oleh penyelenggara negara yang profesional dan terbebas dari praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta dapat memanfaatkan secara optimal berbagai bentuk media massa dan penyiaran serta berbagai jaringan informasi di dalam dan di luar negeri. Regulasi tersebut merefleksikan kemajemukan bangsa hendaknya dikelola dan dimanfaatkan menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia dalam konteks kebangsaan.

Kebijakan pemerintah sebagaimana amanat konstitusi sudah seharusnya sejalan dengan prinsip-prinsip toleransi dan kesetaraan yang merupakan indikator signifikan kemajuan negara. Adapun dimensi ideologi tentunya bersifat umum, begitu pula dimensi politikal yang semakin ke bawah semakin bersifat konkrit, karena dimensi pembangunan merupakan hasil-hasil nyata dari tindakan ideologis dan politikal yang dicapai melalui dimensi teknikal.

Pembangunan politik dalam negeri diharapkan tumbuh dan berkembang bersama dengan bidang-bidang kehidupan lain dalam masyarakat secara simultan agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi terwujudnya sistem politik nasional yang berkedaulatan rakyat, demokratis, dan terbuka. Pembangunan politik dalam negeri dilaksanakan melalui tiga program, yakni Program Perbaikan Struktur Politik, Program Peningkatan Kualitas Proses Politik, dan Program Pengembangan Budaya Politik.

Hal ini bisa kita dipahami bersama bahwa mengingat semakin tinggi kesempatan seseorang atau masyarakat mengenyam pendidikan, semakin tinggi pula seseorang atau masyarakat memiliki kesempatan membaca, membandingkan, mengevaluasi, sekaligus mengkritisi ruang idealitas dan realitas politik. Maka, kunci pendidikan politik masyarakat sebenarnya terletak pada politik pendidikan masyarakat.

Politik pendidikan yang dimaksud termanifestasikan dalam kebijakan – kebijakan strategis pemerintah dalam bidang pendidikan. Adanya ajakan dari para politisi dan pihak pemerintah untuk membangun bangsa ini, tidak akan dapat terealisasikan tanpa didukung oleh ketersediaan sistem pendidikan yang bermutu. Disadari sepenuhnya dengan sistem pendidikan bermutu, generasi muda, khususnya para pemimpin penerus, akan mampu mengemban tanggungjawab berat itu.

Terkini