oleh

Ini Cerita Haru Korban Kecelakaan Kerja Instalasi PLN Kendari Sebelum Meninggal Dunia

KENDARI – Setiap yang terbit, pasti akan terbenam. Setiap yang bernafas pasti akan mati. Begitulah kira-kira bunyi pepatah Melayu. Hal itu pula yang terjadi pada Irwanto (21), untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Irwanto tewas dalam kecelakaan kerja pengerjaan instalasi milik PT PLN Area Kendari, Selasa siang (7/11).

Ada cerita mengharukan sebelum kepergian almarhum menghadap Sang Khalik. Almarhum ternyata sempat menitipkan gajinya kepada pamannya untuk diberikan kepada ibunda tercinta. Hal tersebut dituturkan paman almarhum, La Ndino (52) kepada awak mediakendari.com yang menemuinya di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Selasa sore (7/11).

“Dua malam yang lalu, tepatnya malam Minggu, dia sempat mendatangi rumah saya di Jati Mekar. Dia menitipkan uang sisa gajinya kepada saya sebesar Rp 400 ribu. Dia pesan agar uang itu diberikan ke ibunya di Kabupaten Muna,” tutur La Ndino sambil berlinang air mata.

La Ndino yang merasakan adanya hal yang tak biasa itu, kemudian menasehati almarhum. Ia berpesan kepada almarhum agar dalam bekerja senantiasa berhati-hati.

“Saya rasakan itu aneh. Makanya saya langsung pesan kepada dia kalo kamu kerja, hati-hati,” tambah La Ndino.

[ Baca Juga: Jenazah Korban Kecelakaan Kerja Instalasi PLN Dimakamkan di Muna ]

La Ndino tak menyangka jika kunjungan kemenakannya malam itu merupakan pertemuannya yang terakhir dengan almarhum.

“Saya tidak sangka itu pertemuan terakhir saya dengan dia,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irwanto merupakan karyawan PT Global Elektrikal Indonesia, salah satu perusahaan yang menjadi mitra PT PLN Area Kendari dalam pengerjaan instalasi.

Almarhum yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara itu baru bekerja di PT Global Elektrikal Indonesia selama tiga bulan.

Jasad almarhum sendiri akan dibawa ke kampung halamannya di Desa Lakapodo, Kecamatan Watupute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara untuk dimakamkan.

Reporter: Ronal Fajar

Terkini