oleh

Ini Empat Poin Komitmen Tim RAISA dan AMAN untuk Kawal Pilgub 2018

-FEATURED-103 dibaca

KENDARI – Didukung oleh paham dan semangat yang sama antara relawan Rusda Mahmud dan Sjafei Kahar (RAISA) bersama Tim Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN), keduanya komitmen bakal mengawal jalannya Pilgub yang berintegritas, jujur, adil dan bersih.

Ketua Relawan RAISA Provinsi Sultra, Muhammad Yusuf Yahya menjelaskan, komitmen RAISA dan AMAN tertuang dalam MoU antara keduanya dan menyepakati empat poin penting. Pertama, kedua tim akan mengawal penerbitan Surat Keterangan (Suket) pengganti E-KTP.

“Yang kedua yaitu mengawal Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih,” jelas Yusuf, Kamis (08/02/2018).

Untuk yang ketiga, tambah Yusuf, akan mengawal distribusi surat panggilan memilih (C6). Sedangkan untuk poin terakhir, mengawal rekrutmen KPPS se-Kota Kendari dan Konsel.

“RAISA merespon sekaligus menginisiasi pertemuan ini di Posko RAISA di Jalan MT Haryono dengan tim AMAN, khususnya tim Kota Kendari untuk mengawal jalannya Pilkada serentak di Sultra, dan kita khususkan di Kendari dan Konsel,” ucapnya.

Sesuai pesan yang diberikan oleh Rusda Mahmud, lanjut Yusuf, RAISA berkewajiban melakukan segala tanggung jawab pengawasan dan monitoring terhadap seluruh tahapan Pilkada.

“Langkah awal kita nantinya adalah sesuai dengan kesepakatan rapat dengan kawan-kawan AMAN adalah melakukan audiensi dengan KPU, Bawaslu dan Capil, ” terangnya.

Ditambahkannya, tujuan dari pertemuan RAISA dan AMAN tersebut tentunya pihaknya sangat mengharapkan peran masyarakat untuk turut andil berkontribusi dalam mengawasi Pilkada Sultra pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Insya Allah dengan semangat yang sama dan niat baik ini akan melahirkan lemimpin yang bersih dan amanah, karena sesungguhnya Pilkada Sultra ajang mencari pemimpin Sultra bukan penguasa Sultra,” harapnya.

Senada dengan itu, ketua tim AMAN Kota Kendari, Abdul Rasak mengaku sepakat dan mengapresiasi kerjasama tersebut. Menurutnya, penting untuk mengawal tahapan Pilgub, khususnya di Kendari dan Konsel. Sebab saat ini, banyak terdapat indikasi kecurangan di dua daerah tersebut.

“Ini saja baru setahun habis Pilkada di Kendari, tiba-tiba jumlah pemilih sudah bertambah 50 ribu. Ini kan aneh, dari mana jumlah tersebut, belum lagi indikasi lainnya,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Kota Kendari ini juga menuturkan, kedua pihak berharap bukan hanya AMAN dan RAISA yang mengawal demokrasi berintegritas, melainkan perlu keterlibatan masyarakat secara komprehensif.

“Kami kira komitmen ini menjadi komitmen kita semua sebagai masyarakat Sultra, supaya bisa melahirkan pemimpin dari demokrasi yang dicita-citakan bersama,” tandasnya.

Reporter: Ruslan
Editor: Jubirman

Terkini