oleh

Jalan Rusak Konawe-Konut Jadi Prabayar, Diduga Jalan Itu Sengaja Dirusak

-FEATURED-58 dibaca

MEDIAKENDARI. COM, KENDARI -Kerusakan jalan Nasional poros Konawe-Konawe Utara tak kunjung kelar. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut selain akibat intensitas hujan,  kini diduga sengaja dirusak oleh sekelompok masyarakat yang bermukim tak jauh dari daerah jalan rusak tersebut.

Modusnya, sekelompok masyarakat, yang diduga beraksi pada malam harinya, sekitar pukul 12.00 Wita, dengan cara menggali badan jalan sehingga menjadi kubangan,  kemudian mengalihkan jalannya air dari luar kedalam kubangan. Sehingga begitu dilintasi kendaraan, jalan itu menjadi rusak dan berlumpur.

Kerusakan jalan parah yang terus di fungsionalkan tersebut  berada dititik kilo meter 14 dan 16. Titik itu, berada dekat dengan perkampungan Desa Paku, Kecamatan Morosi.

Selain itu, manfaat lain yang didapat oleh sekelompok orang yang merusak jalan tersebut agar mereka bisa merongoh kocek rupiah secara bervariasai mulai dari Rp 20 hingga 50 Ribu dari pemilik kendaraan tersebut.

Padahal, kerusakan jalan di wilayah itu, oleh Balai Jalan Nasional bersama Pelaksana Proyek Jalan Nasional terus melakukan sterilisasi agar jalan tetap fungsional.

Kerusakan jalan memang terbilang aneh. Sebab, pantauan MEDIAKENDARI. COM, sejak jalan mengalami kerusakan parah, pihak penanggungjawab proyek dalam hal ini, Balai Jalan Nasional Wilayah XIV Palu, Sulawesi Tenggara, Satker PPK 10 yang bekerjasama dengan pelaksana proyek jalan terus melakukan perbaikan.

Bahkan pihak BJN sendiri telah menurunkan semua personilnya guna memantau perbaikan jalan.

Tak hanya itu, mereka juga menurunkan langsung jembatan Belly, serta beberapa unit exavator guna menstandbykan di titik jalan rusak, tapi aneh bin ajaib, jalan tersebut juga tak kunjung normal.Pasalnya jalan tersebut diduga ada keterlibatan sekelompok masyarakat yang ikut merusak jalan yang sudah difungsionalkan tersebut.

PPK 10 BJN Wilayah XIV Sultra, Juniar Perkasa, mengeluhkan atas terjadinya kerusakan jalan tersebut kepada MEDIAKENDARI. COM.

Menurut, kerusakan jalan tersebut harus dilakukan investigasi mendalam. Sebab, sejak paska musim hujan yang intensitasnya sangat tinggi membuat jalan rusak, ditambah lagi dengan lalu lintas jalan yang dilintasi mobil mobil yang kapasitasnya over load membuat jalan semakin rusak parah.

Kemudian juga, dirinya telah menerima laporan dari beberapa supir mobil yang melintasi jalan tersebut menemukan langsung sekolompok masyarakat yang sedang menggali jalan tersebut pada jam jam larut malam.

“Harus juga ada investigasi terjadinya kerusakan jalan tersebut. Bahka saya dapat info bahwa titik titik yang sudah kita perbaiki, tengah malam ada yang sengaja merusak kembali untuk dijadikan sebagai lahan meminta sumbangan,” ucap Juniar baru baru ini.

Informasi tersebut ia dapatkan, lanjut Juniar, itu dari pengendara (supir mobil) yang melintasi jalan tersebut sudah pernah diperbaiki kemudian rusak kembali.

“Katanya kalo malam ada yang sengaja merusak, membuka jalur air ke badan jalan dan membuang lumpur d badan jalan. Tapi saya masih mau cari tau kebenarannya lebih jauh lagi,” ungkapnya

Lebih jauh mengungkapkan atas kerusakan jalan ada sekelompok orang yang sengaja memanfaatkan moment tersebut. Karenanya memang mereka mencari keuntungan dengan memaksa minta uang kepada pengendara Rp 20-50 Ribu perkendaraan yang melintasi jalan rusak tersebut.

“Akhirnya kita yang sudah siang malam perbaiki jalan supaya tetap fungsional menjadi tidak ada artinya,”kesal Juniar

Sementara itu, Ilham, pelaksana jalan yang dikonfirmasi via selulernya terkait hal tersebut, membenarkan adanya sekelompok masyarakat yang sengaja merusak jalannya.

Menurut dia, kejadian ini pihaknya telah melaporkan kepada aparat kepolisian setempat guna menelusuri adanya sekelompok masyarakat yang sengaja merusak jalan sehingga jalan tersebut kerusakannya semakin parah.

“Ia benar, ada sekelompok masyarakat yang sengaja membuat jalan semakin rusak. Informasi awalnya sebenarnya kita dapat itu dari para sopir yang melintas di malam harinya, saat saat sepi, dia melihat langsung ada sekelompok masyarakat yang secara beramai-ramai menggali jalan, kemudian mengalihkan jalur air yang ada dipinggir agar air masuk kedalam kubangan yang sudah digali tadi, supir itu juga dipaksa membayar.” cetus Ilham yang mengaku bahwa Kapolda Sultra sendiri telah kelapangan memantau kerusakan jalan tersebut.

Hal yang sama, Ronal masyarakat Kota Kendari, yang sering melintasi jalan tersebut kepada media ini, membenarkan bahwa ada sekelompok masyarakat yang ia temukan sedang menggali jalan tersebut dimalam hari.

Menurut dia, malam itu dirinya melintasi jalan tersebut antara pukul 11.O0 Wita, dari arah Konut menuju Kota Kendari. Ketika melintasi wilayah itu tepatnya, kilo meter 14, melihat banyak orang.

Sekelompok orang tersebut kebanyakan dari kalangan anak muda yang sedang bekerja menggali badan jalan. Separunya lagi, memegang skopang memperbaiki aliran air.

Dan saat itu juga, mobil Ronal ditahan lalu dimintai uang sebesar Rp 20 Ribu.

“Saya dari arah Konut menuju pulang kerumah. Mobilku ditahan dan saya dimintai uang Rp 20 Ribu. Saya langsung kasih saja, takutnya saya tidak kasih mereka uang baru mereka lempar mobil pa,” ukunya dengan kesal melihat kelakuan sekolompok orang tersebut.

Atas ulah sekelompok orang yang sengaja membuat jalan semakin rusak parah. Memancing hujatan dari pengguna jalan Tras Sulawesi Konawe-Konut. Disosmed, para pengguna akun face book mengeluhkan adanya wajib bayar ketika melintasi jalan rusak tersebut.

Laporan : Jafrun

Terkini