oleh

Januari 2021, Seluruh Sekolah di Konawe Belajar Tatap Muka

Reporter : Muh. Ardiansyah Rahman

KONAWE – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Covid-19.

Serta Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor 440 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka mulai jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) serta SLB pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 menjadi rujukan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Suriyadi mengatakan Januari 2021 pembelajaran tatap muka serentak dilakukan se-Indonesia termasuk di Kabupaten Konawe. Proses tatap muka akan dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan dan melalui persetujuan orang tua wali.

“Fleksibel kalau orang tuanya tidak mau, kita tidak akan paksa tetap kita beri pelayanan belajar di rumah, kalau misal murid tidak memiliki Hp ya kita berkunjung ke rumahnya,” ungkap Kepala Dikbud Konawe, Suriyadi ditemui Jumat, 18 Desember 2020.

Keputusan dalam memberlakukan sistem belajar tatap muka juga, kata Suryadi, berdasarkan permintaan mayoritas orang tua murid. Utamanya yang berada di wilayah Kecamatan, Desa-desa Ibu Kota Kabupaten Konawe.

“Karena tatap muka ini memang satu satunya pembelajaran yang betul-betul sangat dirindukan orang tua dan anak-anak kita. Mayoritas orang tua meminta itu, memang tatap muka ini sangat dirindukan, dan guru tidak bisa tergantikan dengan teknologi,” jelasnya.

Katanya, ketika dalam proses tatap muka berlangsung, dan salah satu sekolah terpapar Covid-19, maka pihaknya akan kembali meliburkan sekolah yang bersangkutan atau proses belajar di rumah kembali diberlakukan.

Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Konawe melalui Dinas Kesehatan Konawe, untuk mengetahui wilayah yang berada di zona kuning dan hijau

“Tatap muka ini merupakan tantangan untuk kita semua dalam hal menjaga kedisiplinan prokes. Kami sudah mengambil data per 20 November 2020, setelah kami lihat memang ada beberapa kecamatan yang sudah boleh melakukan tatap muka, sekitar 12-13 kecamatan,” tuturnya.

Terkini