oleh

Jelang Ramadan di Konawe Selatan, Permintaan Perabotan Naik, Harganya Juga Melambung

 

Reporter: Supriyadin Tungga

KONAWE SELATAN – Jelang Ramadan di Konawe Selatan, permintaan perabot rumah tangga meningkat. Selain itu, harganya juga melambung tinggi.

Pengusaha mebel kayu di Desa Sandarsi Jaya, Kecamatan Angata, Harmono mengaku, jelang memasuki Ramadan pihaknya banyak menerima pesanan dari masyarakat sekitar sejak beberapa hari lalu.

Efek dari tingginya permintaan tersebut, dirinya harus mempekerjakan karyawannya hingga larut malam dan memberi upah yang lebih.

“Karena mereka harus kerja untuk menuntaskan pesanannya orang,” terang Harmono pada Senin, 12 April 2021.

Sementara kenaikkan harga meliputi perabot lemari, meja makan, kursi, pintu, dan jendela. Kenaikkan nya mencapai 20 hingga 25 persen dari harga biasanya.

Menurutnya, pemicu kenaikkan itu disebabkan harga bahan di toko, seperti kunci, tarikan, engsel, grendel, kaca, hak angin, lem, paku, amplas, cat, infra dan bahan perabot lainnya juga naik.

“Seandainya harga bahan toko tidak naik mungkin harga lemari dan sebagainya akan normal sebagaiman harga pasaran pada umumnya,” jelas Harmono kepada MEDIAKENDARI.COM.

Ia merinci, harga lemari satu badan sebelumnya 900 ribu rupiah menjadi 1,3 juta rupiah. Lemari dua badan dari 1,8 juta rupiah menjadi 2,2 juta rupiah. Lemari tiga badan seharga 2,5 juta rupiah menjadi 2,8 juta rupiah.

Sementara pintu seharga 500 ribu rupiah menjadi 700 ribu rupiah. Jendela seharga 250 ribu rupiah menjadi 300 ribu rupiah. Kosen dari 150 ribu rupiah menjadi 175 ribu rupiah.

Sedangkan Kursi makan dari 250 rupiah menjadi 350 ribu rupiah. Meja makan dari 600 ribu rupiah menjadi 900 ribu rupiah. Harga kayu sendiri per kubik dari 1,4 juta rupiah menjadi 1,6 juta rupiah.

“Harga di atas kemungkinan tidak akan mengalami penurunan karena pasokan harga itu mengikut harga bahan toko dan juga pembelian harga kayu yang semakin hari mengalami kenaikan,” pungkasnya. (B)

Terkini