oleh

Jelang Ramadhan Bahan Kebutuhan Pokok di Kendari Mulai Naik

-EKONOMI & BISNIS-53 dibaca

Reporter: Herdin

Editor : Taya

KENDARI – Menjelang tiga pekan bulan Suci Ramadhan harga bahan kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan seiring tingginya permintaan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan pantauan mediakendari.com di sejumlah pasar di Kota Kendari pada Rabu (10/4/2019) beberapa kebutuhan pokok tercatat mengalami kenaikan yakni cabai rawit dan keriting, bawang merah, putih, beras, tepung terigu, minyak, daging sapi dan ayam.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Mandonga, Usmanto kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni cabai rawit yang sebelumnya dengan harga Rp 20 ribu per liter naik menjadi Rp 30 ribu per liter, begitupun dengan cabai keriting yang sebelumnya hanya Rp 15 ribu naik menjadi Rp 25 ribu.

Baca Juga :

“Untuk suplai bahan kebutuhan pokok sejauh ini tidak ada kendala sama sekali,” katanya kepada mediakendari.com

Ida salah seorang pedagang di Pasar Anduonohu juga
menyampaikan hal yang sama bahwa bahan kebutuhan pokok
mengalami kenaikan diantaranya bawang merah dari harga Rp 30 ribu per liter naik menjadi Rp 35 ribu per liter. Demikian juga bawang putih dari harga 30 ribu per liter
naik menjadi Rp 35 ribu.

Untuk beras sejauh ini belum mengalami kenaikan. Beras medium misalnya pedagang menjualnya dengan harga Rp 8 ribu per liter. Sedangkan beras premium seharga Rp 10 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang, Nur mengatakan untuk harga gula pasir saat ini mengalami kenaikan dari harga Rp 550 ribu per karung naik menjadi Rp 570 ribu.

Harga bahan kebutuhan pokok lainnya yang juga mengalami lonjakan harga yakni tomat dari harga Rp 6 ribu per Kg menjadi Rp 10 ribu per Kg. Sedangkan harga daging dari harga Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu per potong.

“Di zaman sekarang ini susah cari kerja, ditambah kenaikan harga begini jelas sangat memberatkan bagi kami, harapan saya kalau bisa harga jangan terlalu naik agar bisa dijangkau berbagai kalangan,” ujar salah seorang pembeli, Ahmad. (b)

Terkini