oleh

Jembatan Ameroro Memperihatinkan, Begini Penjelasan Kepala Balai Sungai Wilayah IV Kendari

Reporter : Jaspin

Editor : Taya

UNAAHA – Pascabanjir yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), Balai Sungai Wilayah IV Kendari meninjau sejumlah bendungan dan jembatan untuk dilakukan opname yakni mendata yang rusak untuk diperbaiki dan diusulkan untuk diperbaharui.

Kepala Balai Sungai IV Kendari Dr. Haeruddin C Maddi, menjelaskan berdasarkan hasil pantauan di lokasi banjir di Sultra pada umumnya disebabkan air sungai yang meluap. Banjir tersebut kata dia, tidak bisa dihilangkan 100 persen, tetapi bisa direduksi.

“Kalau kita gambarkan disiklus ridiologi itu, ada hujan turun terus masuk, mestinya itu terjadi dua proses, ada yang masuk dan ada yang mengalir. Yang masuk itu namanya integrasi, yang keluar itu namanya ren of,” jelas Haeruddin.

Lebih jauh lagi Heruddin menjelaskan, terjadinya banjir disebabkan air sungai lebih dominan mengalir ke permukaan. Artinya ada berapa persen yang berkurang. Seperti Kali Konaweha, kestmenya sangat luas kurang lebih 6.000 kilo meter persegi.

Sehingga ada sekian ratus kilo meter persegi yang sudah rusak akibat aktivitas manusia yang berlebihan, seperti contohnya illegal logging, sehingga lebih dominan ren of nya jika turun hujan turun berlebihan maka akan menyebabkan banjir,” katanya.

Saat ini status bendungan wawotobi, kata Haeruddin, sudah naik menjadi status awas. Sebab posisi bendungan ini sudah diposisi 4 meter per 10.

Untuk kedepannya, pihak balai sungai wikalah IV Kendari telah merencanakan secepat mungkin bendungan pelosika segera untuk dibangun. Kata Haeruddin, sungai Konaweha merupakan sungai terbesar di Sultra. Olehnya itu Bendungan Pelosika sudah mulai berjalan, kerana tahun ini bendungan pelosika sudah sertifikasi desain tahap akhir.

“Kita berharap mudah-mudahan tahun ini bendungan pelosika sudah ada kejelasan, apa jadi dikontruksi atau tidak.

Dengan bertambahnya satu bendungan besar seperti pembangunan bendungan pelosika, maka akan mengurangi debit air dari hulu sungai menuju hilir,” jelasnya. (a)

Terkini