BREAKING NEWSHEADLINE NEWSNASIONAL

JK Mengaku Sulit Temui Presiden Prabowo, Ada Masalah Apa?

40
Muhammad Jusuf Kalla

KENDARI – Mantan Wakil Presiden RI dua periode, Jusuf Kalla, melontarkan pernyataan mengejutkan dalam dialog eksklusifnya dengan salah satu media nasional.

Dalam wawancara tersebut, JK mengaku belakangan ini cukup sulit untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto meski telah beberapa kali mengajukan permintaan waktu pertemuan.

Pernyataan itu disampaikan JK dalam dialog eksklusif bersama Keadilan TV pada program bertema “Rahasia Sejarah Dibalik ‘Sang Petarung’ Panda Nababan dan ‘Sang Juru Damai’ Jusuf Kalla” yang tayang melalui kanal YouTube Keadilan TV pada 19 Mei 2026.

Selain menghadirkan JK, program tersebut juga menampilkan politisi senior Panda Nababan. Dalam sesi wawancara, host lebih dulu membahas perjalanan politik JK dan Panda Nababan sebelum kemudian menanyakan kapan terakhir kali JK bertemu Presiden Prabowo.

Menjawab pertanyaan tersebut, JK mengatakan komunikasi terakhirnya dengan Presiden Prabowo terjadi saat dirinya diundang ke Istana bersama mantan presiden, mantan wakil presiden, dan ketua umum partai politik.

“Terakhir diundang bersama mantan Presiden, mantan Wapres, dan ketua partai di Istana,” ujar JK.

JK mengungkapkan, setelah pertemuan itu dirinya cukup sulit untuk kembali bertemu Presiden Prabowo. Ia bahkan mengaku telah tiga kali meminta jadwal pertemuan, namun belum berhasil.

“Sudah tiga kali minta waktu, menunggu satu jam, kemudian disampaikan Presiden sibuk,” katanya.

Meski demikian, JK menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi terkait upaya pertemuan tersebut. Menurutnya, ia hanya ingin menyampaikan pandangan dan masukan mengenai pembangunan serta investasi di Indonesia.

Ia juga menilai komunikasi antara pemerintah dan kalangan pengusaha penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Kalau pengusaha yang bicara dengan pengusaha, lebih dipercaya,” ujarnya.

Selain membahas komunikasi dengan Presiden, JK dalam wawancara tersebut turut menyinggung kebijakan tarif Amerika Serikat yang menurutnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan oleh Indonesia.(***)

Sumber;Keadilan TV.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version