oleh

Kadishub Baubau : Pengembangan Bandara Betoambari Penting, Butuh Dana Ratusan Miliar

Penulis : Ardilan

BAUBAU – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Idrus Taufik Saidi menilai pengembangan Bandara Betoambari penting mengingat lokasi Kota Baubau yang merupakan wilayah hiterland.

Hanya untuk pengembangan itu, kata dia, butuh dana ratusan miliar rupiah. Untuk merepsentatifkan pengembangan dimaksud perlu anggaran sekitar Rp 469 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tergantung apa kegiatan prioritas yang dikembangkan lebih dulu. Dalam dinamikanya Bandara Baubau saat ini baru bisa mendaratkan pesawat jenis ATR. Kenyataan untuk pengembangan investasi baik kepariwisataan maupun peningkatan ekonomi dibutuhkan pesawat yang lebih dari jenis ATR,” kata Kadishub Baubau, Idrus Taufik Saidi dalam keterangannya Jum’at 26 Februari 2021.

Ia merinci pengembangan Bandara Betoambari agar representatif meliputi perpanjangan 300 Meter x 45 meter Runway 22 senilai Rp 20,2 miliar lebih. Perpanjangan 200 Meter x 45 meter Runway 22 senilai Rp 13,5 miliar. Pembuatan Runway end STRIP dan RESA RW O4 dan RW 22 termasuk perkuatan tanah senilai Rp Rp 360 miliar.

Kemudian pembuatan taxi dan apron senilai Rp 32,1 miliar lebih. Pembentukan tanah dasar konstruksi taxiway dan apron senilai Rp 10,7 miliar lebih. Pembangunan gedung terminal Rp 24,6 miliar lebih. Pembuatan peralatan parkir gedung terminal Rp 7,7 miliar lebih.

“Anggaran tersebut digelontorkan secara bertahap. Bagaimana koordinasi yang dibangun menginisiasi dan mensinkronisasikan master plan sebelumnya menjadi master plan 2.500 atau 3.000 agar bisa bergulir dana pengembangannya melalui Dirjen Perhubungan Udara. Sehingga kedepan maskapai Bombardir atau Boeing tadi bisa mendarat di Baubau dengan membawa berbagai investasi baik di bidang pariwisata maupun ekonomi,” urainya.

Sebagai insan Perhubungan, dirinya akan berupaya bersama stakeholder terkait untuk mewujudkan pengembangan Bandara Betoambari. Sejauh ini, baru ruang tunggu Bandara Betoambari yang dikembangkan.

Meski begitu, lanjut Idrus Taufik, Pemerintah Pusat bersedia menggelontorkan anggaran sebesar Rp 155 miliar untuk beberapa kegiatan seperti perluasan gedung, pengadaan baterai jalan, pengawasan pekerjaan konstruksi, optimalisasi sistem kelistrikan, penyusunan dokumen, pengadaan runway, alat Bandara dan lain-lainnya di tahun 2022 mendatang.

Ia menambahkan untuk kepastian anggaran Rp 155 miliar itu dapat diperoleh Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau harus memberikan dukungan.

“Dengan catatan, Pemerintah Kota Baubau sudah menuntaskan pembebasan lahan warga yang akan digunakan untuk pengembangan Bandara Betoambari itu,” pungkas mantan Kadis Kominfo Kota Baubau itu.

Terkini