Kandidat Ketua DPRD Baubau Ingin Karta Lelemangura di Ajang HUT RI Tahun Depan Lebih Bangkit


Reporter: Ardilan
Editor: Ismed

BAUBAU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra), Zahari menginginkan agar organisasi kepemudaan Karang Taruna (Karta) Lelemangura Kelurahan Melai ditahun depan lebih bangkit lagi dalam memeriahkan momen Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Permintaan itu disampaikan langsung pria yang menjadi salah satu kandidat ketua DPRD Baubau periode 2019-2024 saat menghadiri penutupan acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74, yang diadakan Karta Lelemangura di Lapangan Kara Keraton, Senin (26/8/2019) malam.

Menurut dia, alasan dirinya meminta untuk lebih meriah kedepannya agar para pemuda di daerah Eks Pusat Kesultanan itu lebih membangun keakraban lagi.

“Kegiatan-kegiatan menyangkut proklamasi harus lebih disemarakkan. Kita harus munculkan kegiatan yang lebih positif pada event kepemudaan (Karta Lelemangura) seperti ini,” ungkap Zahari kepada Mediakendari.com usai kegiatan, Senin, (26/8/2019).

Soal anggaran, Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Baubau ini mengaku siap membantu Karta Lelemangura. Dirinya juga bahkan siap menjadi bagian dari kepanitiaan kelak.

BACA JUGA:

Tidak hanya itu saja, sebagai perwakilan rakyat di Dewan Kota Baubau, Zahari juga bersedia memperjuangkan aspirasi teman-teman Karta Lelemangura di DPRD Baubau.

“Kalau ada usulan dari adik-adik Karta Lelemangura, kenapa tidak kita perjuangkan. Yang penting itu tidak melanggar hukum. Saya juga menyarankan agar kedepan bisa berkolaborasi dengan pemuda di Kelurahan Baadia, karena terkadang selama ini ada gesekan diantara mereka (Kelurahan Melai dan Baadia),” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT RI Karta Lelemangura, Irmawati Simuru mengatakan, momen proklamasi tahun 2019 ini dimanfaatkan dengan mengadakan kegiatan bernuansa kekinian dan permainan tradisional

Khusus permainan tradisional, kata dia, lomba itu diadakan agar anak-anak saat ini bisa mengenal dan mengetahui kembali permainan lama yang pernah dimainkan oleh anak-anak sejak dahulu kala yang kini nyaris punah karena sudah tidak lagi pernah dimainkan.

“Kita adakan lomba modern seperti lomba fashion show bertemakan pakaian adat dan sentuhan Buton. Sementara permainan tradisional kami adakan permainan yang sudah jarang dimainkan anak-anak jaman sekarang, seperti permainan lojo dan ase. Sisanya permainan seperti balap karung, makan kerupuk, bola gotong, tarik tambang, memasukan paku dalam botol dan lomba balap kelereng disimpan disendok,” ujarnya. (A)

Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda