Kapolres Baubau AKBP Noer Alam Gandeng Wartawan Dialog Terbuka: Minta Maaf, Amankan Oknum ke Polda Sultra & Jamin Keselamatan Pers
BAUBAU, Mediakendari.com – Gerak cepat dan humanis ditunjukkan Kapolres Baubau, AKBP Noer Alam, S.I.K., dalam menyikapi insiden yang melibatkan kontributor TV One, Jamil, dengan oknum anggota Polres Baubau.
Pada Senin (12/10/2026), Kapolres Baubau secara langsung mengundang sejumlah wartawan di Kota Baubau untuk berdialog terbuka di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk meluruskan persoalan yang berujung pada dugaan intimidasi, perampasan alat kerja, dan kekerasan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas.
Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban itu, AKBP Noer Alam dengan tegas menyampaikan permohonan maaf kepada Jamil dan seluruh insan pers di Baubau.
“Atas nama pribadi dan institusi, saya mohon maaf atas kejadian ini. Kejadian ini telah melukai hubungan baik antara kepolisian dan media. Saya berharap ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar kemitraan tetap terjaga dan tidak berkembang menjadi permusuhan,” ujar Noer Alam.
Tak hanya meminta maaf, Noer Alam, menunjukkan komitmen tegasnya dalam penegakan disiplin internal. Ia memastikan oknum anggota yang terlibat insiden tersebut telah diamankan di Polda Sulawesi Tenggara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita bersatu, tidak perlu ada permusuhan. Kejadian ini menjadi pembelajaran agar ke depan kita bisa lebih baik. Anggota yang terlibat sudah diamankan di Polda Sultra. Kita buka evaluasi internal secara transparan,” tegas AKBP Noer Alam.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk membimbing anggotanya agar lebih memahami tugas dan fungsi wartawan sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999. Menurutnya, polisi dan pers memiliki peran mulia yang saling mendukung dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
AJI, PWI, SMSI: Ini Soal Keselamatan Jurnalis
Dalam kesempatan itu, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Baubau, Andi Lopes Eba, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal Jamil, melainkan soal marwah profesi jurnalis.
“Perhatian kami bukan hanya pada Jamil, tapi pada tindakan reaktif oknum. Dugaan perampasan HP sebagai alat kerja wartawan itu serius dan tidak boleh dianggap sepele. Wartawan bekerja untuk publik, bukan mencari musuh,” tegas Andi Lopes.
Senada, Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin, mengungkapkan rasa empati yang mendalam.
“Jamil dibanting, kita semua merasakan sakitnya,” ungkap Aswarlin. “Polisi dan wartawan sama-sama punya tugas mulia. Jangan sampai ini jadi konflik berkepanjangan.”
Sementara Sekretaris SMSI Baubau, Mulyadi, mengapresiasi langkah Kapolres membuka ruang dialog.
Ia berharap insiden perampasan alat kerja tidak terulang.
“Wartawan bekerja berdasarkan undang-undang dan kode etik. Pertemuan ini bukti ada iktikad baik menjaga silaturahmi,” ujar Mulyadi.
Sementara itu, Jamil sendiri mengaku sangat terkejut dan kecewa atas insiden tersebut, terlebih selama ini ia merasa memiliki hubungan baik dengan personel Polres Baubau.
“Saya merasa dikhianati. Hubungan yang baik tiba-tiba diwarnai kekerasan. Saya hanya minta keadilan, proses transparan, dan kepastian sanksi bagi yang melanggar,” kata Jamil.
Ia menambahkan saat ini masih memprioritaskan kesembuhan anaknya.
Menanggapi semua masukan tersebut, AKBP Noer Alam kembali menegaskan komitmennya.
Menurutnya, Polres Baubau berkomitmen menjamin keselamatan jurnalis dalam peliputan. Ke depan, tidak ada lagi yang menghalangi kerja jurnalistik.
“Kita bangun hubungan yang lebih terbuka, profesional, dan saling menghormati,” tutup Kapolres Baubau yang dikenal ramah dan mengayomi tersebut.
Dialog yang berlangsung hingga pukul 18.25 Wita itu diakhiri dengan foto bersama. Situasi aman, kondusif, dan menjadi momentum baru untuk memperkuat sinergi Polri dan Pers di Kota Baubau.
Editor : Jafrun.
