oleh

Kapolres Kendari: Saya Tidak Pernah Bilang Keributan Posko BERKAH Dilakukan Relawan Sendiri

KENDARI – Kapolres Kota Kendari, AKBP Jemi Junaedi menegaskan keributan di Posko Utama Asrun-Hugua yang beralamat di Bonggoeya, Kecamatan Wuawua Kota Kendari Sulawesi Tenggara, diduga akibat salah paham antara Relawan BERKAH dengan Warga sekitar yang terjadi pada hari Sabtu (31 Maret 2018).

Hal ini dikatakan Kapolres Kota Kendari karena ada pemberitaan bahwa dirinya menyebut Relawan Asrun-Hugua yang melalukan penyerangan sendiri terhadap poskonya.

“Saya tidak pernah bilang kalau penyerangan posko Asrun-Hugua dilakukan oleh relawannya sendiri,” ujar Jemi saat di hubungi crew mediakendari.com, via seluler Senin (2/3/2018).

Jemi menjelaskan, penyerangan posko BERKAH itu adalah perselisihan akibat kesalapahaman antara beberapa orang penjaga posko dengan warga di sekitar posko, dekat pencucian Kumbohu.

BACA JUGA: Polisi: Keributan di Posko BERKAH Akibat Salah Paham

“Jadi keributan itu, memang terjadi di sekitaran Posko Asrun yang melibatkan beberapa relawan, karena keributan malam sebelumnya,” ujarnya.

Jemi menjelaskan bahwa, dari keterangan saksi, keributan tersebut terjadi karena pada malam sebelumnya  Posko BERKAH diserang oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) dan berbuntut pada kesalahpahaman dengan warga di sekitar posko.

“Jadi ini murni kriminal karena salah paham, dan proses penyelidikan tetap berlanjut, jadi kami menghimbau agar masing-masing kelompok menahan diri dan tidak bereaksi dengan informasi yang belum jelas,” ujarnya.

Dikonformasi mengenai ungkapannya bahwa Relawan BERKAH mabuk-mabukan di Posko pada saat terjadinya keributan, Jemi mengatakan bahwa dia juga tidak pernah katakan hal seperti itu.

“Saya tidak pernah katakan kalau relawan BERKAH yang mabuk. Jadi, yang mabuk itu yang menyerang pertama, dan pada keributan kedua juga kami temukan ada beberapa warga dalam kondisi mabuk, sehingga berbuntut pada keributan, jadi kami simpulkan pada saat itu karena pengaruh miras,” jelasnya.

Redaksi

Terkini