oleh

KedaiKOPI : Ada Upaya Menarik Isu Agama Untuk Kepentingan Pemilu 2019

JAKARTA – Menanggapi berbagai perkembangan terkini terkait perdebatan penggunaan isu agama dalam politik, KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) kembali menghadirkan serial diskusi.

KedaiKOPI kali ini membuka diskusi dengan tema “Menjawab Kontroversi Jualan “Umat” di Pemilu 2019”

Seusai diskusi, MediaKendari.com mencoba menyambangi salah satu narasumber untuk dimintai tanggapan terkait penggunaan isu-isu agama dalam perpolitikan yang terjadi saat ini.

Dalam wawancaranya, Komandan Densus 99 Banser Ansor, Nurruzaman menyebutkan bahwa dari pilkada 2017 ada upaya membawa isu agama untuk kepentingan politik.

“Sampai hari ini, dari pilkada 2017 ada upaya menunggangi isu agama menjadi alat untuk kepentingan politik dan kekuasaan,” Ujar Nurruzaman, di Work Room Coffee dalam acara diskusi publik, Cikini, Jakarta pusat, Selasa (17/7/2018).

Nurruzaman juga menyeruh agar para elit politik tidak menggunakan isu agama sebagai alat untuk meraih suara, serta upaya untuk merebut kekuasaan, sebab ia nilai Indonesia  miliki keberagaman yang perlu disatukan, tanpa mengelompokkan basis dengan isu yang bertendensi sara ataupun rasis.

“Dan tentunya hari ini kita sama-sama menyeruhkan agar partai politik dan para calon presiden 2019 ataupun Pilcaleg, kita himbau untuk tidak membawa agama ditunggangi isu politik dalam meraih suara dari masyarakat,” cetusnya.

“Karena bagaimanapun Indonesia beragam dan harus kita tetap jaga agar tetap beragam dan kekuasaan tidak hanya bisa diraih dengan cara-cara yang tidak baik, dengan menggunakan agama untuk kepentingan-kepentingan kekuasaan,” tambah Nurruzaman.

Ia juga menghimbau agar tempat ibadah steril dari isu-isu politik pragmatis dan kepentingan kekuasaan. Tetapi tempat ibadah digunakan sarana tempat beribadah, mengajak orang lain untuk mencintai republik ini serta menjaga negeri ini dari ancaman konflik.

“Mesjid harus steril dari isu-isu politik pragmatis, kepentingan kekuasan. Seperti Mesjid digunakan hanya beribadah kepada Allah SWT. Mengajak orang lain untuk mencintai republik ini dan menjaga negeri ini dari ancaman apapun,” pungkasnya.

“Islam tidak menjadi sumber untuk merebut kekuasaan, tetapi Islam menjadi sumber kebaikan dalam politik di Indonesia. Nilai-nilai Islam mengajarkan kita untuk menghargai orang lain, seperti menerima kekalahan, atau ketika menang juga tidak berlebihan,” tutup Nurruzaman.


Reporter : Suriadin
Editor : Hendriansyah

Terkini