oleh

Kenaikan Harga Enam Jenis Kebutuhan Bahan Pokok ini, Jadi Penyebab Inflasi di Kota Kendari

KENDARI – Berdasarkan rilis data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis, (01/03), Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi BPS Sultra, Surianti Toar menyebut, pertumbuhan ekonomi di Kota Kendari pada Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen.

Dikatankannya, inflasi Kota Kendari bulan Februari tahun 2018, tercatat sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 126,08.

“Jadi secara nasional dari 82 kota yang terhitung, 55 kota tercatat mengalami inflasi dan 27 kota tercatat mengalami deflasi,” ujar Surianti melalui releasenya di ruang aula BPS Sultra, Kamis (01/03/2018).

Surianti menjelaskan, Inflasi tertinggi tercatat di Jayapura (Provinsi Papua) sebesar 1,05 persen dan inflasi terendah tercatat di Palangkaraya (Provinsi Kalimantan Tengah) 0,04 persen.

“Inflasi yang terjadi di Kota Kendari tercatat 0,05 persen disebabkan oleh naiknya enam indeks harga yaitu pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen; Kesehatan sebesar 0,38 persen; transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen; sandang sebesar 0,13 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,06 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen,” urainya.

Dia menuturkan, Indeks harga yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,51 persen.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini