KONAWE, MediaKendari.com – Dalam upaya Meningkatkan Gizi seimbang sekaligus mengurangi Gizi buruk khususnya di Wilaya Kabupaten Konawe Kini Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi – SPPG Konawe Uepai Tamesandi, Dandy Timossa R. Pailing, S.Ds, Terus menujukan komitmen mereka dalam memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang sempat menjadi sorotan tentang kurangnya nasi dalam menu makan siang di SD 3 Ameroro, Hal ini memicu penyimpangan atau iinformasi yang tidak berdasar.
Dandy menjelaskan bahwa menu makan siang yang diberikan kepada siswa SD 3 Ameroro sudah dirancang oleh ahli gizi dan memenuhi standar gizi yang diperlukan.
“Mie yang diberikan bukanlah masalah, tapi kesalahpahaman dalam memahami menu makan siang,” ujarnya.
Hal ini disampaikan saat diwawancarai oleh tim jurnalis awak media dengan Kepala SPPG Tamesandi, tentang klarifikasi pemberitaan kurangnya nasi dalam menu makan siang di SD 3 Ameroro, Selasa (13/1/2026).
Dandy sapaan akrabnya juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan ke sekolah dan memberikan edukasi kepada guru-guru dan siswa tentang pentingnya memahami menu makan siang.
“Kami sudah memberikan penjelasan kepada guru-guru dan siswa bahwa mie mengandung karbohidrat dan tidak perlu ditambahkan nasi,” tambahnya.
Ia juga membantah tuduhan bahwa makanan mie diberikan setiap hari. “Saya baru 2 hari memberikan mie, sebelumnya kami memberikan nasi,” tegasnya.
Pemberitaan tentang kurangnya nasi dalam menu makan siang di SD 3 Ameroro telah menjadi sorotan masyarakat.
Hal ini membuat Tim SPPG Desa Tamesandi harus memberikan klarifikasi tentang menu makan siang yang diberikan kepada siswa.
Kepala Kordinator Lapangan SPPG, Novri al Ikmansya, menghimbau kepada masyarakat terkhususnya guru untuk lebih bijak dalam bermedia sosial.
“Program MBG ini adalah program nasional, kita harus menjaga dan berkolaborasi satu sama lain untuk mengsukseskan program ini. Pimpinan sudah baik memberikan insentif kepada guru, tanda pimpinan peduli karena untuk saling menjaga satu sama lain,” ujarnya.
“Lebih saya tekankan lagi kepada guru untuk lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu karena mereka sudah melakukan tanda tangan MoU sekolah sebelum MBG di salurkan. Di situ sudah jelas bahwa bila mana ada hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi, tolong disampaikan sama pihak Ka SPPGnya bukan langsung di video dan di apload ke medsos masing-masing,” tambahnya.
Novri juga meminta maaf kepada masyarakat jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan program MBG. “Kami tidak henti-hentinya juga untuk selalu belajar dari kesalahan,” pungkas Kepala Kordinator Lapangan SPPG, Novri al Ikmansya tersebut.
Klarifikasi Tim SPPG Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ini diharapkan dapat menghilangkan kesalahpahaman masyarakat tentang menu makan siang di SD 3 Ameroro.
Tim SPPG Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berharap agar masyarakat dapat memahami dan tidak terpancing dengan pemberitaan yang tidak benar.**
