KONAWE

Kepemimpinan Pasangan Yusran Akbar dan Syamsul Ibrahim Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Membawa Keuangan Konawe pada Posisi Inflasi

1142

Konawe, Mediakendari.com – Selama Kabupaten Konawe dipimpin pasangan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, membawa kondisi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara relatif stabil, berada pada posisi yang inflasi dengan harga barang mengalami sedikit mengalami kenaikan. Namun, Kenaikan harga ini menyebabkan daya beli uang menurun, sehingga untuk membeli barang dan jasa yang sama, masyarakat perlu mengeluarkan lebih banyak uang. 

Meski kepemimpinan pasangan bertagline Ya-Syam baru seumur jangung dan dilantik pada Tanggal 20 Perbuari  2025. Namun hal ini, terus menunjukakan kinerja yang baik dan dapat dilihat berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan BPS Konawe bahwa masyarakat mengimbanginya.

Jika kita berkaca pada Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Juli 2025 terlihat membaik.

Saat acara rilis tersebut, turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Konawe.

Kepala BPS Kabupaten Konawe, Siti Maswiah,SE.,MS saat paparannya menyampaikan bahwa secara umum kondisi Kabupaten Konawe mengalami inflasi dan masih dalam kategori terkendali.

Hal ini diungkapkan, Siti Maswiah saat rapat di ruangan Rapat Badan Pusat Statistik Konawe, pada Selasa (1/7/2025).

“Melalui kegiatan ini, data statistik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.

Berdasarkan data Pada Juni 2025, kata Siti Maswiah, Konawe, terjadi Inflasi pada y-on-y.

Hal itu, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,65 persen.

Selain itu juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,50 persen.

Kemudian juga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,23 persen.

Ditambah lagi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,71 persen.

Hal serupa terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 16,58 persen; kelompok transportasi sebesar 0,43 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,30 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,37 persen.

Pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,92 persen.

“Beberapa indeks kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,74 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,74 persen,” cetus Kepala BPS.

Laporan : Tim Redaksi (ARM)

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version