oleh

Kepsek SMA Negeri 1 Mawasangka Harap Kasus yang Dialami Siswinya Diselesaikan Secara Kekeluargaan

LABUNGKARI – Kepala SMA Negeri 1 Mawasangka, Joedi Soeprijono, angkat bicara terkait siswinya yang jadi korban persekusi atau pengeroyokan yang dilakukan beberapa siswi MTsN 3 Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sudah ditangani Polsek Mawasangka. Menurut Joedi, siswinya sangat pendiam dan tertutup sehingga tidak pernah melaporkan kasus yang dialaminya kepada pihak sekolah.

“Itu anak tidak pernah melaporkan diri ke Kepala Sekolah. Kejadian itu Tanggal 10 November kemarin, semua siswa pada saat itu sudah pulang, kejadian ini sebenarnya terjadi di luar sekolah. Tetapi masuk ke lingkungan sekolah,” jelas Joedi, Kamis (23/11).

Ia menambahkan, setelah kejadian, siswi SMA Negeri 1 Mawasangka yang menjadi korban masih tetap bersekolah seperti biasanya dan tidak pernah mengeluh.

“Siswi itu masih masuk sekolah, tidak pernah ada keluhan atau laporan bahwa dia telah dipukul dan lain-lain. Terkesan menyembunyikan diri. Kemungkinan ada ancaman tapi kami belum bisa pastikan,” jelas Joedi.

Joedi berharap siswanya mampu memaafkan para pelaku dan para pelaku mau mengakui kesalahannya dan kasus ini dapat selesai secara kekeluargaan.

[Baca juga: Persekusi, Seorang Siswi SMA Mawasangka Dikeroyok Enam Siswi MTs ]

“Namanya juga masih anak-anak, ini mungkin kenakalan remaja. Kami punya keinginan diselesaikan secara kekeluargaan. Kemudian korban bisa memaafkan pelaku dan pelaku bisa mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan. Sehingga mereka bisa kembali ke sekolah dan melanjutkan pendidikan sesuai dengan keinginan orang tua, pihak sekolah dan dirinya sendiri,” harap Joedi.

[ Baca juga: Siswinya Jadi Pelaku Pengeroyokan, Begini Kata Kepsek MTs Negeri 3 Buteng ]

Tempat yang sama, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Mawasangka, La Ode Abdul Rafli mengharapkan kasus yang dialami salah satu temanya menjadi pelajaran dan tidak terulang lagi.

“Saya harap kepada teman-teman baik itu di lingkungan SMA Negeri 1 Mawasangka maupun di sekolah-sekolah lainnya untuk tidak terlibat kasus persekusi, dan atas kasus yang dialami teman kami Siswi SMAN 1 Mawasangka ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak juga mengaitkan antara kasus di luar sekolah dengan sekolah karena juga bisa merugikan nama baik sekolah itu sendiri Khususnya SMAN 1 Mawasangka” jelasnya.

Reporter: Dzabur
Editor: Kardin

Terkini