Kesal Tak Punya Gedung Kuliah, Mahasiswa Gruduk Rektorat UHO

KENDARI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Halu Oleo (FM-UHO) pada Rabu (04/10/2017) beramai-ramai mendatangi gedung Rektorat UHO melakukan aksi demonstrasi.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh La Ode Ali Marsuhud ini bertujuan untuk menuntut pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana di setiap fakultas yang kurang layak dan kurang memadai.

Massa aksi menilai, Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mulai diberlalukan sejak tahun 2012 tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas di setiap fakultas di UHO.

Video Jendela Sepekan 6 September 2020

La Pojo, selaku Koordinator Lapangan 1 dalam orasinya menyatakan bahwa padatnya jumlah mahasiswa diberbagai fakultas tanpa adanya gedung perkuliahan yang memadai membuat resah mahasiswa.

“Bagaimana mungkin kami bisa belajar tenang sementara pelaksanaan perkuliahan tidak berjalan dengan efektif dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana bagi para mahasiswa”, ujar La Pojo dalam orasinya.

Disamping itu, massa aksi juga menyatakan bahwa masalah lain juga yaitu terkait remunerasi/tunjangan kerja setiap dosen yang sampai saat ini belum tercairkan. Pasalnya, menurut UU No 31 tahun 2016 dikatakan bahwa “Remunerasi/tunjangan kerja adalah uang yang ditetapkan sebagai timbal balik suatu kegiatan yang bersifat rutin”.

Menurut Aldin, selaku Koordinator Lapangan 4, semua pengajar mempunyai kebutuhan-kebutuhan lain disamping tanggung jawab mereka sebagai pendidik. Oleh karena itu, segala yang menjadi hak-hak dosen harus diberikan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

“Banyak dosen-dosen yang bermasalah dengan kehadiran. Itu diduga karena tunjangan remunerasi mereka belum dibayarkan,” ucap Aldin.

Dari hasil pantauan awak mediakendari.com, setelah berorasi, massa aksi diterima oleh Rektor UHO, Muhammad Zamrun yang kemudian melakukan dialog dengan mereka.

Laporan: Putra Abdillah
Editor: Ronal Fajar