oleh

Ketua Yayasan As-Syaf’iyah Kendari : Vaksin MR Ditunda Karena Isu Mengandung Enzim Babi

KENDARI – Ketua Yayasan Sekolah As-Syaf’iyah Kecamatan Baruga Kota Kendari menunda pelaksanaan Imunisasi Measles Rubella (MR) hingga ada kejelasan halal dan haram imunisasi tersebut dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kemenag RI. Selasa (14/8/2018)

Hal itu disampaikan oleh Ketua Yayasan As-Syaf’iyah Kecamatan Baruga Kota Kendari, Dr. H. Abdul Muis D, pelaksanaan Imunisasi MR untuk sementara masih menunda hingga ada kejelasan dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kalau imunisasi tersebut benar-benar halal dan murni untuk digunakan.

“Pada dasarnya kami hanya menunda akibat belum adanya kejelasan, melihat banyaknya paham yang mengatakan bahwa dalam vaksin tersebut mengandung enzim Babi itulah yang menjadi kekhawatiran kami, melihat peserta didik kami semua beragama Isalm, kalau dia halal tidak ada masalah nantinya kami akan lakukan,” ucap Muis.

Selain itu, pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada pihak Puskesemas Kecamatan Baruga dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari tentang penundaan pelaksanaan imunisasi MR hingga adanya kejelasan akan statusnya.

“Kami sudah surati pihak terkait untuk penundaan imunisasi MR itu, nantinya setelah adanya fatwa dari MUI akan halslnya baru kami akan melakukan imunisasi MR kepada peserta didik kami,” tutup Abdul Muis.(b)


Reporter : Afdal
Editor : Hendriansyah

Terkini