DAERAHKAMPUSKONAWE SELATANPENDIDIKAN

KKN Posko 116 IAIN Kendari Jadi Pelopor Edukasi Sosial di Desa Morini Mulya

323
×

KKN Posko 116 IAIN Kendari Jadi Pelopor Edukasi Sosial di Desa Morini Mulya

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN ini menggelar sosialisasi bertema Pernikahan Dini dan Penyalahgunaan Narkoba.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 116 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menunjukkan peran aktif sebagai pelopor edukasi sosial di Desa Morini Mulya, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Bekerja sama dengan Pendamping Rehabilitasi Sosial (PRS) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) wilayah Konsel dan Kepolisian Sektor (Polsek) Landono, mahasiswa KKN ini menggelar sosialisasi bertema Pernikahan Dini dan Penyalahgunaan Narkoba.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi (31/07/2025) di Masjid Desa Morini Mulya ini menyasar siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tridana Mulya.

Acara dihadiri oleh Kepala Sekolah MTs, dua perwakilan PRS Kemensos RI wilayah Konsel yakni Helvin Ezza, Sos.I dan Novita Sari, perwakilan Polsek Landono Aswad Randelangi, serta Koordinator Desa Morini Mulya, Gusti Kahar.

Dalam sesi penyuluhan, Helvin Ezza, Sos.I memaparkan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan usia dini.

Menurutnya, masalah tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, budaya, pendidikan, pergaulan bebas, dan lingkungan keluarga.

“Karena itu, saya menekankan bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam memberikan pendidikan dan dukungan kepada anak-anak mereka, agar tidak terjerumus dalam keputusan yang bisa berdampak jangka panjang,” katanya.

Helvin juga menekankan pentingnya peran semua elemen masyarakat untuk bersatu mencegah pernikahan usia dini.

“Kita semua punya tanggung jawab. Anak-anak adalah aset masa depan, dan mereka berhak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita mereka tanpa terburu-buru menikah,” ungkap Helvin.

Sementara itu, Aswad Randelangi dari Polsek Landono turut menyampaikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Ia menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok paling rentan terhadap pengaruh narkotika karena masih dalam masa pencarian jati diri.

“Remaja adalah kelompok yang rentan karena masih dalam tahap pencarian jati diri. Mereka mudah terpengaruh dan tergoda untuk mencoba hal-hal baru, termasuk narkoba,” ujarnya.

Aswad juga membeberkan bahwa Kecamatan Landono telah menjadi zona merah dalam kasus penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan anak muda.

“Yang paling mengkhawatirkan, sebagian besar penggunanya justru berasal dari kalangan remaja. Ini jadi peringatan serius bagi kita semua untuk segera bertindak dan memperkuat pengawasan serta edukasi di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Koordinator Desa Morini Mulya, Gusti Kahar, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa KKN bersama Kemensos dan Polsek Landono yang telah menyelenggarakan kegiatan bermanfaat ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kepedulian kolektif terhadap masa depan generasi muda.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama terhadap dua isu besar yang tengah mengancam masa depan generasi muda kita. Untuk itulah, peran orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan kita semua sangatlah penting. Memberikan pemahaman, menjadi teladan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak kita adalah langkah awal yang harus terus kita upayakan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi ini, Mahasiswa KKN Posko 116 IAIN Kendari tidak hanya melaksanakan program pengabdian, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung masa depan generasi muda bebas dari ancaman sosial.

 

You cannot copy content of this page