oleh

KNPI Sultra Lebih Pilih Saddil Dibanding Apriani Jadi Pemuda Inspiratif Bidang Olahraga

KENDARI – Penganugerahan Pemuda Inspiratif Sultra 2017 menjadi sebuah ajang bergengsi bagi para pemuda. Bagaimana tidak, disinilah para pemuda terlihat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara yang dinahkodai oleh Laode Umar Bonte, Senin malam (30/10) mengumumkan nama-nama pemuda inspiratif Sultra 2017 di salah satu hotel di Kendari.

Yang menarik dalam pengumuman itu, Saddil Ramdani, pemuda asal Muna yang berprofesi sebagai atlet sepak bola nasional yang membanggakan Sultra, berhasil mengalahkan Apriani Rahayu wanita muda asal Konawe yang namanya telah dikenal di dunia internasional sebagai atlet bulu tangkis mewakili Indonesia.

Pramuka

Menurut Ketua DPD KNPI Sultra, Laode Umar Bonte, bahwa kedua-duanya dianggap berprestasi. Namun karena pemenang harus satu orang, maka dalam memilih yang terbaik harus benar-benar mengkajinya dari berbagai indikator.

“Tentu kami harus mengkajinya dari semua indikator,” ujar Anggota DPRD Kota Kendari yang akrab disapa UB ini kepada Mediakendari.com, Selasa (31/10).

Salah satu indikator yang menentukan, lanjut UB, adalah tingkat kepopuleran. Menurutnya, Saddil Ramdani adalah atlet pesepak bola nasional yang banyak digemari oleh pemuda-pemuda Sultra. Hal ini dikarenakan sebagian besar pemuda Sultra adalah pecinta olah raga sepak bola.

“Sehingga kepopuleran Saddil itu tinggi karena di Sultra banyak pecinta bola,” ungkapnya.

Namun demikian, UB juga mengapresiasi Apriani Rahayu sebagai atlet profesional yang membanggakan Sultra.

“Saya juga mengapresiasi Apriani Rahayu sebagai atlet yang membanggakan daerah tercinta kita ini,” tambahnya.

Selain itu, Anggota DPRD dari fraksi PDI-P ini menambahkan bahwa Kedepan KNPI harus menjadi corong utama untuk memberi dukungan kepada anak muda yg ingin berkarya dan mengharumkan nama daerah. UB juga meminta dukungan pemerintah agar lebih serius dalan memperhatikan potensi anak muda Sultra.

“Pemerintah harus respon dan tidak tutup mata lagi terhadap prestasi anak muda. Pemerintah jangan diam seperti patung yang dipahat,” pungkasnya.

Reporter: Jubirman
Editor: Ronal Fajar

Terkini