KENDARI, MEDIAKENDARI.com– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menunjukkan sikap tegas dan cepat dalam merespons laporan terkait mahasiswa asal Sultra yang dilaporkan ke pihak kepolisian di Jakarta.
Ia langsung memerintahkan agar seluruh mahasiswa tersebut dibebaskan dan dipulangkan ke daerah asal, sekaligus meminta agar laporan polisi terhadap mereka dicabut.
Perintah itu disampaikan Gubernur usai menerima laporan dari stafnya pada Kamis malam. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun mahasiswa Sultra yang menginap di kantor polisi.
“Saya sudah memerintahkan. Mulai tadi malam, waktu saya dilaporkan sama staf, saya memerintahkan bahwa tidak boleh ada satupun yang menginap di kantor polisi. Segera pulangkan, malam itu,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, “Masalah laporan itu, saya sudah sampaikan juga. Dan memerintahkan untuk segera mencabut.”
Selain memberikan perlindungan hukum, Gubernur Andi Sumangerukka juga menegaskan komitmennya untuk memperhatikan kesejahteraan mahasiswa Sultra yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Ia berencana membangun asrama (mes) mahasiswa baru di sejumlah kota besar pada tahun 2026, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
“Kita akan bangun mes, bukan hanya di Jakarta. Anda tahu mahasiswa kita ada tersebar di mana? Di semua, ada di Jogja, di Surabaya,” ujarnya.
Andi Sumangerukka mengaku prihatin melihat kondisi sebagian asrama mahasiswa Sultra yang sudah tidak layak huni. Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat melihat langsung asrama di beberapa kota.
“Pernah nggak Anda datang ke Jogja, melihat yang di Jogja bagaimana sengsara itu? Saya pertama datang, itu yang di Makassar, lihat mesnya aja kayak begitu. Coba, kira-kira Anda lihat itu, layak nggak?” tuturnya dengan nada prihatin.
Meski begitu, Gubernur tidak menutup mata terhadap kendala anggaran. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran tahun 2026 sudah dialokasikan sebelumnya, sehingga diperlukan strategi khusus agar rencana pembangunan asrama tetap bisa direalisasikan.
“Anggaran ini sudah dialokasikan ke masing-masing, saya sudah tidak bisa lagi melakukan banyak perubahan, hanya bisa merevisi,” jelasnya.
Sebagai langkah solutif, rencana pembangunan asrama mahasiswa akan diusulkan dalam Perubahan Anggaran (APBD-P) mendatang, dengan pendataan menyeluruh untuk menentukan kota dengan populasi mahasiswa terbanyak dan kondisi asrama paling rusak.
Dengan langkah tegas dan rencana yang terarah tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya untuk melindungi dan memperjuangkan hak mahasiswa asal Sulawesi Tenggara di mana pun mereka berada.
“Mahasiswa adalah masa depan Sultra. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dan memastikan mereka aman, terlindungi, dan mendapatkan tempat tinggal yang layak,” pungkasnya.
