Kota Kendari Alami Inflasi 0,31 Persen

Reporter: Ferito Julyadi

KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggar (Sultra) merilis data inflasi untuk periode Mei 2020, di Kota Kendari sebesar 0,31 persen. Sedangkan di Kota Bau Bau terjadi inflasi sebesar 0,09 persen.

Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud dalam konfrensi pers virtual menjelaskan, dilihat dari periode bulanan, inflasi di Kota Kendari selama 2020 jauh lebih terkendali dibandingkan dua tahun sebelumnya (2018 dan 2019) di periode yang sama.

“Kami bersyukur, di masa-masa sulit saat ini inflasi masih terjaga. Sehingga masyarakat masih bisa membeli barang kebutuhan dengan harga terjangkau,” kata Mohammad Edy Mahmud melalui video konfrens, Selasa 02 Juni 2020.

Edy Mahmud juga mengungkapkan, BPS Sultra juga mencatat deflasi di Kota Kendari untuk Januari – Mei 2020 sebesar -0,42 persen. Sedangkan i KOta Bau Bau sebesar -0,27 persen.

Dari kelompok pengeluaran, ada sebelas kelompok pengeluaran yang BPS Sultra hitung, yakni Makanan, Minuman dan Tembakau,Pakaian dan Alas Kaki, Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga, Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga.

Selanjutnya, Kesehatan, Transportasi, Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan, Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, Pendidikan, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

Dari sebelas kelompok pengeluaran tersebut , ada dua item mengalami deflasi, yaitu Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar -0,07 persen.

Kemudian, untuk kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar -2,05 persen. Dua kelompok inilah yang menahan inflasi di kota Kendari tetap stabil.

Sementara itu, kelompok yang memiliki kenaikan harga dominan sehingga membentuk angka inflasi pada bulan Mei 2020, yakni Makanan, Minuman dan Tembakau 1,23 peresen0, Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 0,22 persen.

Selanjutnya Transportasi 0,45 persen, Rekreasi, Olahraga dan Budaya 0,06 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 0,24 persen.Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 0,07 persen.

BPS juga merilis sepuluh komoditi yang mendorong kearah inflasi yakni Bawang Merah 0,06 persen, Rokok Kretek Filter 0,05 persen, Cumi-Cumi 0,05 persen, Gula pasir 0,05 persen), Angkutan Udara 0,03 persen, Mobil 0,03 persen

Selanjutnya, Ikan Kembung 0,03 persen, Daun Kelor 0,02 persen, Ikan Bandeng 0,02 persen, Jagung Muda 0,02 persen,

Untuk angka deflasi, BPS Sultra menyatakan terdapat sepuluh komoditi yang mendorong pembentukan angka tersebut seperti Telepon Seluler -0,16 persen, Telur ayam Ras -0,05 persen, Beras -0,03 persen, Cabai Rawit -0,03 persen.

Selanjutnya Jeruk Nipis/Limau -0,01 persen, worter -0,01 persen,Semen -0,01 persen, Sprey -0,01 persen, Ikan Rambe -0,01 persen, Pepaya -0,01 peresen.

Berdasarkan data BPS, jika dibandingkan dengan beberapa kota lain di Pulau Sulawesi, inflasi di Kota Kendari menduduki peringkat ke tiga, di bawah kota Makassar sebesar 0,55 persen dan Palopo 0,49 persen.

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total