NEWS

Kritik Anggota DPR RI Ridwan Bae Terhadap Gubernur Sultra ASR Berakhir Gaduh, Minta Turun Lapangan Bukan Cuma Terima Laporan, Kadis Ridwan Badalla Minta Maaf

Kritik Anggota DPR RI Ridwan Bae Terhadap Gubernur Sultra ASR Berakhir Gaduh, Minta Turun Lapangan Bukan Cuma Terima Laporan, Kadis Ridwan Badalla Minta Maaf

KENDARI, Medidakendari.com – Kritik pedas anggota DPR RI, Ridwan Bae, terhadap Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), berujung gaduh di jagat politik Bumi Anoa.

Ridwan meminta ASR lebih sering turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan masyarakat, bukan hanya menerima laporan dari jajaran pemerintah daerah.

“Jangan banyak tidur di meja, tapi lebih banyak turun lapangan. Saya mau lihat Andi Sumangerukka itu turun ke lapangan,” ujar Ridwan Bae dalam video yang diterima Kendariinfo, Selasa lalu (27/10/2026).

Saat dikonfirmasi, politikus senior Partai Golkar itu mengatakan kritik tersebut disampaikannya saat melaksanakan reses di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Senin (19/10).

Ia menegaskan, masukan itu bertujuan mendorong gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat.

Menurut Ridwan, turun langsung ke lapangan penting agar gubernur mengetahui kondisi masyarakat secara nyata. Dengan begitu, informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

“Saya tidak bermaksud mengerdilkan ASR, saya hanya mengimbau supaya ASR sering turun lapangan,” kata Ridwan saat dikonfirmasi terpisah, Selasa (27/10).

Ia menilai, menerima laporan melalui bupati, camat, kepala desa, maupun OPD belum cukup untuk memahami persoalan masyarakat. Karena itu, ia berharap ASR dapat melihat langsung kondisi di lapangan sehingga mengetahui kebutuhan warga.

Ridwan juga menyoroti pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) antara gubernur dan para kepala daerah di Sultra. Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan untuk membahas persoalan masyarakat sekaligus memperjelas batas kewenangan masing-masing pemerintah daerah.

“Gubernur itu harus rakor bersama kepala daerah se-Sultra setiap enam bulan sekali. Ini sudah tidak rakor, juga jarang turun langsung ke masyarakat,” ungkapnya.

Ridwan mengaku selama dua tahun ASR menjabat sebagai Gubernur Sultra, dirinya belum pernah melihat gubernur menggelar rakor bersama 17 kepala daerah untuk membahas kesulitan masyarakat. Ia berharap koordinasi tersebut dapat kembali dilakukan agar persoalan di daerah mendapat perhatian bersama.

Ridwan menegaskan kritik yang disampaikannya bukan untuk mendiskreditkan ASR, melainkan sebagai masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Sultra.

Viral, Kadis Pariwisata Sultra Ridwan Badalla Minta Maaf Saat Dikeroyok Massa di Dalam Ruangan

Beredar video viral yang memperlihatkan Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badalla, dikepung massa di dalam sebuah ruangan. Video ini terkait polemik panasnya dengan Anggota DPR RI Ridwan Bae

Dalam video berdurasi hampir 2 menit yang diterima redaksi, terlihat Ridwan Badalla mengenakan kemeja biru muda duduk di kursi, diapit dua orang. Di depannya, puluhan warga memadati ruangan sambil merekam dengan ponsel. Suasana tegang dan sempat terjadi adu mulut serta dorong-dorongan.

Terdengar jelas dalam transkrip video, Ridwan Badalla menyampaikan permintaan maaf:

“Baik saya atas nama… minta maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan”

Namun massa yang hadir tampak tidak puas dan terus melayangkan kritik. Seorang pria berbaju coklat dan topi yang berdiri di sampingnya tampak mencoba menengahi dan menunjuk ke arah massa sambil berkata: “Saudara jangan kita merusak… sekarang kita sudah mengatur… media bebas toh?”

Di tengah kerumunan, terdengar juga seruan untuk menghapus postingan / video yang menjadi sumber polemik: “Hapus… hapus”

Hingga akhir video, Ridwan Badalla terlihat berusaha menjelaskan bahwa masing-masing punya pimpinan dan ingin suasana tetap kondusif. Sempat terjadi aksi saling pegang dan hampir ricuh sebelum akhirnya dilerai.

Seperti diketahui, polemik ini bermula dari kritik Ridwan Bae kepada Gubernur Sultra ASR agar lebih sering turun lapangan. Kritik itu kemudian ditanggapi Ridwan Badalla dengan menyebut kritik tersebut konyol dan hoaks di media sosial, yang memicu kemarahan publik dan desakan pencopotan dari AMPG Sultra.

Video permintaan maaf ini diduga merupakan buntut dari tekanan publik tersebut. Namun belum diketahui pasti lokasi, waktu, dan forum resmi mediasi tersebut berlangsung.

Hingga berita ini tayang, Gubernur Sultra ASR belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab.

Liputan : Tim Redaksi

Exit mobile version