oleh

Larang Berpolitik Praktis, Bawaslu Sultra Singgung ASN Lewat ‘Dilan’

-FEATURED, Kendari, PILEG, POLITIK-103 dibaca

KENDARI – Viralnya film Dilan memang diakui menghebohkan warganet Tanah Air. Tak heran jika film yang diangkat dari novel Dilan tahun 1990 ini menjadi status dan sindir menyindir di sosial media.

Ada quote film Dilan ini yang paling viral di sosial media. Katanya, ‘Rindu itu berat, kamu takkan kuat, biar aku saja’. Kata-kata itu membuat para netizen untuk ikut mengeluarkan kreativitasnya dengan profesi yang dijalaninya.

Seperti yang dilakukan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamiruddin Uddu. Dalam akun Facebook pribadinya pada Pukul 08:25 Wita, pada Selasa (06/02/2018), menuliskan sindiran larangan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak berpolitik praktis.

“Dilan, sampaikan ke semua ASN, tidak usah mereka berpolitik praktis, karena hal itu dilarang, mereka bisa dipidana dan diberhentikan,” tulis Hamiruddin dalam statusnya.

Selanjutnya, Hamiruddin juga menyinggung para ASN yang dikhawatirkan jika ikut berpolitik praktis, apa yang akan diberikan kepada anak dan istrinya. Kata dia, itu berat, biarkan anggota dari Partai Politik (Parpol) saja yang lakukan.

“Mau dikasih makan apa anak-istri nanti, berat itu biarkan anggota partai saja yang lakukan,” tambahnya.

Status ini menuai banyak komentar dari para netizen. Salah satunya dari akun Facebook bernama Rosni Oni. Ia juga ikut mengingatkan kepada para ASN untuk tidak berpolitik praktis. Katanya, jangan salahkan Dilan karena telah mengingatkan.

“Kalau tidak mau, coba-cobami saja. Tapi jangan salahkan Dilan karena sudah mengingatkan,” tulis Rosni dalam kolom komentarnya.

Sanggahan para netizen dalam kolom komentar postingan Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu. (Foto: Screenshoot oleh Jubirman)

Namun berbeda dengan akun bernama Muh Yusuf Asaf. Dirinya bahkan mengeluhkan aturan yang melarang ASN dalam berpolitik praktis. Katanya, sekalian hak pilih para ASN dicabut saja. Karena menurutnya, korban pertama disaat Pilkada selesai itu adalah ASN.

“Kalo bisa sekalian saja para ASN dicabut hak pilihnya. Karena korban pertama saat Pilkada selesai adalah ASN. Ikut main salah, tidak ikut main juga salah,” keluh Yusuf menanggapi status Ketua Bawaslu Sultra.

Hal ini pula yang membuat dilema oleh akun Facebook La Ode Aydin. Katanya, para ASN dalam berpolitik ini memang serba dilema.

“ASN, membantu susah, tidak membantu juga susah, dilema,” tulis Aydin di kolom komentar.

Untuk diketahui, sampai berita ini dimuat, status yang ditulis oleh Hamiruddin Udu ini telah di Like 50 netizen, 41 komentar, dan 8 kali dibagikan.

Reporter: Jubirman
Editor: Kardin

Terkini