oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021: Kelola dan Kontrol Media Sosial untuk Penggunaan yang Positif

Redaksi

Palopo – Sebanyak 562 peserta mengikuti rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dan dilaksanakan secara virtual pada 24 Juni 2021 di Palopo, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”.

 

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati; komika dan penulis, Muhammad Sabiq; pendiri Rumah Koran, Jamaluddin; dan dosen Dept. Sejarah UNHAS, Amrullah Amir. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Erna Virnia selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

 

Pemateri pertama adalah Rita Pranawati yang membawakan tema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet”. Menurut dia, warganet mesti menyadari bahwa internet dan gawai adalah benda netral yang punya dampak positif serta negatif. “Kita perlu membangun kesadaran untuk mengontrol penggunaannya agar mendapatkan informasi yang tepat dan positif,” imbuhnya.

 

Berikutnya, Muhammad Sabiq menyampaikan materi berjudul “Bebas namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”. Ia mengatakan, etika bermedia sosial pada dasarnya sama dengan etika sosial yang selama ini kita terapkan dalam pergaulan sehari-hari di dunia nyata. “Etika tersebut, seperti kesantunan; saling menghargai; menggunakan identitas asli; tidak mengumbar privasi; menghindari kata-kata menyinggung SARA; dan memastikan informasi yang kita terima maupun sebar bersifat positif, edukatif, serta jelas sumbernya,” urai Sabiq.

 

Sebagai pemateri ketiga, Jamaluddin, membawakan tema tentang “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Menurut dia, kesalahan umum warganet dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar di dunia digital, diantaranya karena menjadikan media sosial sebagai tempat curhat, membuat konten saat sedang marah, dan terburu-buru membuat status. “Warganet juga kerap menganggap media sosial sebagai lelucon, sehingga tidak memperhatikan sisi kebahasaan yang baik dan benar,” ungkapnya.

 

Adapun Amrullah Amir, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Rekam Jejak di Era Digital”. Ia mengatakan, rekam jejak digital bisa merugikan jika disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk membobol data-data penting, mencuri identitas, maupun merugikan reputasi profesional seseorang. “Oleh sebab itu, jejak digital harus dikelola dengan cara menghindari penyebaran data-data penting, menjaga privasi, memperkuat kata sandi, dan menggunakan layanan pelindung data,” pesannya.

 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

 

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Terkini