oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021: Mau Sukses Jualan Daring? Pahami Kiat dan Etikanya

 

Redaksi

Manado  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 30 Juni 2021 di Manado, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Membangun Usaha Online”.

Pramuka

Program kali ini menghadirkan 1004 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Dosen Ilmu Komunikasi dan Web Content Coordinator, Sunarni; Pegiat Literasi, Charencia Velina Repie; Pegiat Kesetaraan Pendidikan, Mohammad Nur; serta Trainer GNI dan Pemred Zona Utara, Ronny Adolof Buol. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah jurnalis Nurul Nur Azizah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Pemateri pertama adalah Ronny Adolof Buol yang membawakan tema “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online“. Dia memaparkan 7 langkah membangun usaha daring, yakni pahami masalah yang dihadapi pasar, menilai apa yang dilihat konsumen dari kompetitor, analisis ketertarikan konsumen, riset pasar, mengembangkan ide, digitalisasi bisnis, memelihara bisnis. “Dalam menjalankan usaha daring, perhatikan etikanya. Lakukan interaksi positif dengan pembeli, respon pertanyaan yang masuk, tepati janji kepada konsumen. Foto produk yang dipasang juga harus sesuai kualitasnya. Berikan keterangan yang jelas, utuh, jujur,” ucapnya.

Berikutnya, Sunarni menyampaikan materi berjudul “Literasi Digital dalam Dunia Marketplace”. Dia menekankan pentingnya menjadi produsen dan konsumen cerdas. Untuk menjadi produsen yang smart, kenali kebutuhan konsumen dan bidik pasar yang tepat. Buatlah profil toko daring yang lengkap, jual produk berkualitas, deskripsikan nama dan spesifikasi produk dengan lengkap. Untuk menarik konsumen, berikan promosi, bonus hingga diskon. “Banyaknya promo di lokapasar ditambah daya beli yang meningkat harus diimbangi dengan literasi konsumen yang baik untuk menghindari perilaku konsumtif. Seimbangkan keinginan dengan pengetahuan dan informasi yang ada agar bisa memilih produk dan mengambil keputusan tepat,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Charencia Velina Repie membawakan tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, ciri-ciri orang konsumtif adalah memiliki gengsi yang tinggi dalam lingkup pergaulan dan acapkali membeli produk karena tergiur iklan agar terlihat selalu mengikuti tren masa kini supaya tampak mewah.  “Harus diakui, belanja daring membuat roda ekonomi berputar, namun harus ada pengendalian diri sehingga kita tidak berbelanja melampaui batas maksimum tabungan,” katanya.

Adapun Mohammad Nur sebagai pemateri terakhir menyampaikan tema “Perlindungan Hak Cipta di Era Digital”. Dia menjelaskan, hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta, di mana pemegang hak cipta punya hak untuk memberikan izin. Hak cipta ini diatur dalam undang-undang dan jika terjadi pelanggaran dapat dikenai sanksi pidana. “Dalam pelanggaran hak cipta harus dilihat dulu apakah ada komersialisasi dari hak cipta itu? Kalau tidak dipublikasikan atau dikomersilkan, itu tidak melanggar hak cipta,” ungkapnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada narasumber. Salah satu peserta, Nilawati, menanyakan tips mengembangkan usaha daring agar lebih dipercaya calon pembeli. Bagi 10 penanya terpilih, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi baru, unik, dan mengedukasi peserta. Kegiatan ini juga disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Terkini