oleh

Literasi Digital Sulawesi 2021, Membuat Konten Positif di Media Sosial

Redaksi

MAROS – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 11 Juni 2021 di Maros, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman Bermedia Sosial”.

Program kali ini menghadirkan narasumber, antara lain Bayu Wardhana selaku Pemimpin Redaksi Independen.id; Muhammad Taufan selaku Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Maros; Fachruddin Palapa selaku anggota MAFINDO; dan Irmawati Puan Mawar selaku pegiat literasi.  Episode kali ini diikuti oleh 215 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Narasumber pertama, Bayu Wardhana, membahas materi bertema “Positif, Kreatif, Aman di Internet”. Menurut dia, dalam membuat konten positif harus berpatokan pada tiga hal, yaitu mulai dari minat dirimu, mulai dari lingkungan sekitar, dan rajin mengunggah konten. Selanjutnya, memilih platform digital yang tepat sesuai dengan konten dan sasaran warganet. “Perhatikan juga usia dan lokasi audiens yang dituju. Facebook mungkin lebih cocok untuk usia 40an ke atas,” ujarnya.

Narasumber kedua, Muhammad Taufan, mengupas materi bertema “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”. Menurut Taufan, tujuan etika digital adalah untuk mendefinisikan tanggung jawab sosial dan membimbing praktisi dalam membuat penilaian yang etis dan sehat. “Masalah utama digital ethics meliputi kekayaan intelektual, privasi, keamanan, diskriminasi gender, kesenjangan digital, kejahatan komputer, kecanduan internet, keandalan perangkat lunak, kelebihan informasi, dan pengawasan,” ujar dia. Selain itu, Taufan juga menjelaskan sejumlah hal tentang ancaman siber dan kejahatan siber.

Selanjutnya, narasumber ketiga, Fachruddin Palapa, membahas materi dengan tema “Membangun Budaya Digital Indonesia”. Yang dimaksud dengan budaya digital adalah  kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menyinggung sejumlah tantangan budaya bermedia digital, antara lain mengaburnya wawasan kebangsaan; menipisnya kesopanan dan kesantunan; menghilangnya budaya Indonesia, tapi membanggakan budaya asing; dominasi nilai dan produk budaya asing; menghilangnya batas-batas privasi; dan pelanggaran hak cipta dan karya intelektual.

Terakhir, Irmawati Puan Mawar, membawakan materi dengan tema “Kita Memiliki Kendali Atas Jejak Digital Kita”. Ia mengatakan, jejak digital seseorang “dapat” membentuk citra diri seseorang. Oleh karenanya, “Pikirkan sebelum mempublikasikan sesuatu . Jejak digital yang kita tinggalkan pada dasarnya netral. Tergantung dari bagaimana kita atau pihak lain memanfaatkan data tersebut,” ujar Irmawati. Agar jejak digital tidak bermasalah, ia menyarankan sejumlah hal untuk merawat jejak digital, antara lain cari tahu jejak digital di mesin pencari, atur privasi di perangkat dan media sosial, unggah hal-hal positif, hapus aplikasi yang tidak dipakai, gunakan kata sandi kuat, gunakan akun berbeda untuk berbagai keperluan, dan selalu update sistem operasi dan antivirus. “Kita memiliki kendali atas jejak digital kita,” ujarnya.

Beberapa peserta cukup antusias mengikuti jalannya webinar. Penyelenggara menyediakan uang elektronik senilai Rp 100.000 untuk 10 penanya terbaik.

Kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.