oleh

Lomba Bandar Udara Tingkat Nasional, Bandara Betoambari Raih Juara I

-FEATURED-114 dibaca

BAUBAU – Bandar Udara Betoambari patut berbangga diri, sebab belum lama ini bandar udara tersebut telah dianugerahi juara satu sebagai Bandar Udara Kelas III terbaik se-Indonesia.

Kepala Bandar Udara Betoambari, Agus S Widodo, mengungkapkan, dirinya tidak menyangka bandar udara yang dikoordinirnya tersebut bakal mendapat penghargaan sebagai bandara terbaik nomor satu untuk standar Bandar Udara kelas III.

“Penilaiannya terdiri dari dua cara yaitu survei secara langsung dengan sampel 100 penumpang dan secara tertutup atau diam-diam tanpa diketahui,” katanya saat ditemui, Kamis (23/11).

Agus juga menuturkan, penyelenggara lomba adalah Majalah Bandara dengan didukung dan berkoordinasi bersama Kementerian Pariwisata, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, yang menjadi poin penilaian adalah proses pelayanan, sistem pengamanan dan tingkat keselamatan.

“Ketiga poin tersebut menurut penumpang sebagai sumber penilaian dianggap dalam kategori memuaskan,” terangnya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Agus, bukan semata-mata hasil kerjanya tetapi berdasarkan kerjasama tim yang baik. Ini merupakan kebanggaan bersama khususnya seluruh warga Kota Baubau dan seluruh wilayah Buton.

“Karena saya cuma mengkoordinir, selebihnya merupakan penilaian masyarakat dan kinerja dari pihak Bandara,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Agus, diusulkannya Bandara Betoambari naik ke Kelas II karena secara aturan dalam Peraturan Menteri (PM) Nomor 39 yang menyatakan syarat sebuah Bandar Udara untuk naik kelas adalah mendap

Kepala Bandar Udara Betoambari Kota Baubau, Agus S. Widodo (kiri) Bersama Jajaran. (Foto: Ardilan)

at nilai 40.
“Dari berbagai aspek penilaian, posisi Bandar Udara Betoambari saat ini sudah mendapat nilai 46 dan sudah kami usulkan ke Direktorat Jendral (Ditjen, red) Udara,” jelasnya.

Karena berkaitan dengan eselon dari pejabat Bandara, sambung Agus, maka usulan naik kelas harus mendapat persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan). Tambah Agus, kami usulkan di Tahun 2017 ini dan sudah mendapat jawaban dari Dirjen.

“Namun karena porsi tahun ini sudah tercukupi, maka awal tahun 2018 baru prosesnya akan dilanjutkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ada total sebanyak 150 Bandar Udara kelas III se-Indonesia yang ikut berkompetisi dalam perlombaan yang dijuarai oleh Bandar Udara Betoambari kota Baubau tersebut.

Reporter: Ardilan
Editor: Jubirman

Terkini