oleh

lPPMIK Pertanyakan Renovasi Asrama Mahasiswa di Kendari Belum Dikerja, Ini Jawaban Bupati Konawe

-FEATURED-62 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konawe (IPPMIK) mempertanyakan anggaran renovasi asrama mahasiswa Konawe yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pasalnya, alokasi anggaran rehab asrama sudah ada namun oleh pemerintah Konawe, belum melaksanakan rehabilitasinya.

Mantan Ketua Umum IPPMIK Kendari, Muhamad Ikram Pelesa mengaku heran atas peristiwa itu.Sehingga ia mempertanyakan hal tersebut.

“Kami semua yang tergolong dari IPPMIK merasa heran kok, dananya rehab asrama sudah ada, tapi kenapa belum dikerjakan. Anggaran itu bersumber dari APBD Konawe pada tahun 2017 senilai Rp. 299.500.000, namun belum juga terlaksana,” ucapnya, Rabu, (16/8).

Ikram mengatakan, padahal rentang waktu pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dari bulan februari sampai dengan desember 2017, akan tetapi sampai pada agustus ini belum ada tanda-tanda untuk renovasi asrama mahasiswa Konawe.

Atas peristiwa ini, Ikram yang saat menjabat sebagai Koordinator Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) IPPMIK Kendari, menyayangkan ulah sejumlah pihak yang ingin merusak komitmen Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dalam rencana renovasi asrama mahasiswa Konawe di Kendari.

“Aneh, rencana renovasi asramanya pada bulan Februari – Desember tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada  tanda-tanda pelaksanaan kegiatan. Saya jadi curiga ini pasti ulah pihak-pihak tertentu yang ingin merusak komitmen pak bupati kepada mahasiswa konawe di Kendari,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua IPPMIK Kendari Muh Arjuna menambahkan bahwa Asrama mahasiswa Konawe yang saat ini ditempati adalah hasil perjuangan IPPMIK Kendari selama dua tahun. Itupun  protes kebijakan pemerintah untuk mengadakan asrama mahasiswa konawe dikendari yang dikabulkan Bupati Konawe dengan menyediakan asrama sementara Mahasiswa konawe diarea kantor penghubung konawe dan menganggarkan rehab pada tahun 2017.

“Asrama Mahasiswa Konawe yang ditempati saat ini adalah buah dari perjuangan panjang dan melelahkan IPPMIK Kendari selama 2 tahun yang bermuara pada pemberian asrama sementara oleh pak bupati kemudian ditindak lanjuti penganggaran renovasinya tahun ini,” tuturnya.

lanjut Ikram mengatakan, bahwa telah beberapa kali menghubungi H. Wawan kabag pembangunan pemda konawe via whatsapp untuk menanyakan kapan rehab asrama mahasiswa konawe dilaksanakan, akan tetapi pesan singkat untuk Kabag pembangunan selaku penanggung jawab kegiatan itu tidak pernah dibalas.

“Saya juga sudah beberapa kali kirim pesan singkat melalui WA kepada H. wawan untuk menanyakan perihal rehab asrama, tapi tidak pernah dibalasnya,” pesannya.

Pihaknya juga meminta ketua DPRD Konawe untuk segera memanggil pihak-pihak terkait dalam pekerjaan tersebut untuk menanyakan perihal rehab asrama mahasiswa konawe dikendari yang belum dilaksanakan sampai hari ini.

“Kami juga meminta ketua DPRD Konawe segera memanggil sejumlah pihak berhubungan dengan pekerjaan rehab asrama mahasiswa konawe dikendari yang belum terealisasi,” tutupnya.

Sementra itu, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, saat di konfirmasi Media Kendari.com usai upacara 17 Agustus 2017 belum lama ini mengatakan, bahwa proyek yang terlambat dikerjakan bahkan yang belum sama sekali dikerjakan, sebelum berakhir masa kontraknya belum bisa disalahkan. Terkecuali proyek tersebut sudah berakhir  tahun anggarannya, maka disilahkan persalahkan.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa yang diwawancarai mediakendari.com terkait rehabilitasi asrama mahasiswa di Kendari

“Sudah banyak laporan yang saya terima, bahwa banyak proyek pekerjaan yang belum tuntas dikerjaanya. Padahal tahun anggaran ini belum juga selesai. Saya juga sudah kastau mereka bahwa jangan dulu persalahkan karena masa kontraknya belum berakhir,” ucap Kery menjawab laporan pengaduan yang lebih awal sampai sebelum mediakendari.com mempertanyakan.

Ia mencontohkan, akibat keterlambatan dan karena kekurangan material yang masih dalam tahap pembelian. Kejadian itu juga tidak bisa dipersalahkan.” Yang salah itu kalau sudah habis tahun, baru tidak selesai pekerjaan maka itu sudah bisa disalahkan. Jadi semua pekerjaan itu belum bisa kita katakan gagal kalau belum habis kontraknya loh,” jelas Kery.

Dikatakannya, jika  mau jebak seseorang itu  dikala kontraknya sudah habis.” Nah itu baru kita tau, sekarang kan kita tidak tau apa kendalanya sehingga proyek itu terlambat dikerja atau belum sama sekali dikerja,” pungkasnya.

Laporan : Jafrun

Terkini