BUDAYAINTERNASIONALKENDARIMETRO KOTA

Mahakarya Tenun Sobi Curi Perhatian di Belanda, Produk Mantel Heritage Laris di Pasar Internasional

1427
Brand lokal Juka Studio yang dipimpin desainer sekaligus founder Julie Kaimuddin sukses mempromosikan koleksi tenun.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Tenun Sobi, salah satu mahakarya wastra tradisional asal Sulawesi Tenggara, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Brand lokal Juka Studio yang dipimpin desainer sekaligus founder Julie Kaimuddin sukses mempromosikan koleksi tenun tersebut dalam ajang Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda pada 30 Oktober–2 November 2025.

Kehadiran Juka Studio sebagai delegasi resmi Indonesia tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga membuka peluang bisnis melalui forum ekspor serta program business matching baik B2B (business to business) maupun B2C (business to consumer).

Dalam kegiatan tersebut, karya-karya tenun Sobi digarap dalam konsep fashion modern berkelas global, salah satunya lewat koleksi unggulan mantel Heritage yang langsung menarik perhatian konsumen Eropa.

Produk mantel Heritage dari Juka Studio berhasil mencuri perhatian pembeli internasional. Sentuhan desain modern berpadu dengan kain warisan Sulawesi Tenggara yang memiliki makna budaya kuat, menjadikannya karya mode bernilai eksklusif.

“Respons konsumen sangat positif. Mantel Heritage menjadi salah satu produk yang paling diminati, bahkan terjual cepat selama pameran. Ini membuktikan bahwa wastra Indonesia mampu bersaing di pasar global,” ungkap Julie Kaimuddin, Senin, 10 November 2025.

Motif yang digunakan pada koleksi ini mengangkat simbol budaya masyarakat Tolaki yang identik dengan keberanian dan kebanggaan. Perpaduan pola geometris dan warna-warna hangat khas musim gugur memberi kesan elegan sekaligus timeless, sehingga mudah diterima pasar mode Eropa.

Juka Studio, berdiri pada tahun 2023, berfokus pada produksi pakaian kreatif berbasis wastra Nusantara. Dalam mengembangkan desain, Julie memadukan teknik tenun tradisional dengan potongan fashion modern, sehingga tetap relevan di industri mode internasional.

“Kami ingin warisan budaya Sulawesi Tenggara terus hidup, tetapi juga mampu beradaptasi dengan selera pasar dunia. Inovasi adalah kunci agar tradisi tidak hanya dilihat sebagai sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan,” jelasnya.

Kolaborasi Juka Studio dengan Lily Tenun Galeri menghasilkan koleksi ‘Lintas Senja’, menampilkan mantel dan busana premium berbahan tenun Sobi. Koleksi ini menciptakan harmoni antara estetika etnik dan gaya urban kontemporer.

Kesuksesan ini membawa dampak nyata bagi para perajin Sulawesi Tenggara. Permintaan pasar yang meningkat berpengaruh langsung pada produksi tenun rumahan serta ekonomi keluarga perajin.

“Kami bekerja sama dengan para UMKM tenun di Sulawesi Tenggara. Ketika permintaan meningkat, kesejahteraan perajin juga ikut terangkat. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi tentang masa depan budaya,” ujar Julie.

Dengan kualitas terjaga, kreativitas berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi produksi, tenun Sobi menunjukkan bahwa warisan budaya Nusantara memiliki potensi besar untuk berjaya di pasar global.

Kesuksesan mantel Heritage di Belanda menjadi bukti bahwa karya lokal mampu bersaing di panggung internasional, sekaligus membuka babak baru perjalanan wastra Indonesia menuju pasar dunia.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version