oleh

Mama Ikhlas Kukuhkan Paguyuban Mas Lawa

-BAUBAU, FEATURED, POLITIK-57 dibaca

BAUBAU – Tim Pemenangan Bakal Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Baubau 2018 Waode Maasra Manarfa dan Ikhsan Ismail mengukuhkan salah satu organisasi sayap bernama paguyuban Mas Lawa (Maasra Lawa).

Paguyuban tersebut dikukuhkan Ketua Tim Pemenangan Mama Ikhlas La Ode Asman, didampingi Sekretaris DPC PBB Baubau Agus Salim, di rumah kediaman Agus Salim, Sabtu (23/12).

Ketua Paguyuban Mas Lawa, Rahman mengatakan, bakal paslon berjargon Mama Ikhlas tersebut dinilai memiliki program-program kerja yang selaras dengan ide beberapa komunitas pemuda yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Baubau.

“Kami para pemuda memilih bergabung ke paguyuban Mas Lawa bukan tanpa alasan sebab persoalan generasi muda saat ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dan Mama Ikhlas bersedia menjadikan persoalan tersebut ke dalam program kerja,” ucap Rahman, Sabtu (23/12).

Kata dia, Mama Ikhlas menyambut baik usulan paguyubannya dan bersedia memasukan usulan tersebut ke dalam program kerja Mama Ikhlas, kelak jika bakal paslon terpilih pada Pilwali 2018. Dan sebagai balasannya paguyuban Mas Lawa siap memberi dukungan penuh kepada Mama Ikhlas.

“Paguyuban Mas Lawa yang beranggotakan komunitas Seniman Kota Baubau, Komunitas Anak Jalanan, dan beberapa organisasi kemahasiswaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bakal Calon Walikota Baubau Waode Maasra Manarfa menuturkan persoalan generasi muda ibarat duri dalam daging apabila tidak mendapat atensi dari pemerintah.

“Saat ini begitu banyak generasi muda Baubau yang belum memiliki pekerjaan, bahkan tidak memiliki keterampilan yang mumpuni untuk berdikari,” kata Maasra kepada wartawan, Sabtu (23/12).

Maasra juga menegaskan pemerintah kota (Pemkot) harus tanggap dengan persoalan komunitas pemuda dan secara langsung mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan

“Komunitas pemuda akan berikan ruang berupa Balai Latihan Kerja (BLK). Dari hal tersebut, pemuda diupayakan mampu menciptakan ekonomi kreatif, tanpa harus diprioritaskan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN),” tandasnya.

Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

Terkini