oleh

Mau Jadi KLA Seperti Kabupaten Konawe?? Ini rahasianya

-FEATURED-102 dibaca

MEDIAKENDARI.COM – UNAAHA, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2A) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah mendapatkan Reward Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2A).

Kabupaten Konawe mendapatkan Reward tersebut, menyusul Kota Kendari, yang lebih dulu menyandang predikat Kota Layak Anak dari 17 Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Untuk mendapatkan predikat tersebut, tentunya semua itu tak lepas dari kinerja siapa pemimpinya.

Konawe menyandang prestasi ini, tentu berkat dari kinerja Kepala Dinas P2A Konawe yang bekerja ekstra keras dan ketat serta mampu membawa Kabupaten Konawe mecapai posisi peringkat Skor 300 dari persyaratan 500 skor. Pesertanya dari beberapa daerah daerah yang mengikuti Perifikasi di Kementrian P2A tersebut.

Kepala Kadis P2A Konawe, Cici Ita Ristianty SE.ME, mengatakan baru baru ini, Kabupaten Konawe telah dicanangkan menjadi Kabupaten Layak Anak, Dan alhamdulillah dari 17 Kabupaten Kota di Sultra, baru Kota Kendari dan Kabupaten Konawe masuk dalam Perifikasi Kabupaten Kota Layak Anak tersebut.

“Kalau Kota Kendari adalah Kota Layak Anak. Sedangkan kami adalah Kabupaten Layak Anak. Pada saat dilakukan perifikasi oleh Kementrian akhirnya Konawe masuk skor 300 dari 500 Kabupaten Kota lainnya,” kata Cici Ita Ristianti, diruang kerjanya, Selasa (30/5/2015)

Konawe pada saat dilakukan Perifikasi pada bulan Maret dan April 2017 lalu, waktunya hanya dua minggu. Dengan keberaniannya, meski dia menjadi Kadis P2A Konawe saat itu, baru terhitung empat bulan menjabat, dan mengikutkan Dinasnya tersebut guna dilakukan perifikasi dan akhirnya berhasil masuk dalam tahap skor 300 dari total skor 500 sesuai kriteria yang ditetapkan Kementrian P2A secara Online.

“Bahwa spesifikasi menjadi Kabupaten Layak Anak tersebut, harus mendapatkan skor 500. Tapi Kabupaten Konawe Alhamdulillah saya cukup bangga karena bisa mencapai hampir angka 300. Padahal Dinas P2A Kabupaten Konawe baru empat bulan terbentuk,” ujarnya

Dikatakannya, kriteria tersebut guna mengikuti dinasnya guna untuk dilibatkan  dalam perifikasi kelayakan KLA tersebut, itu secara online. Dinas P2A Konawe mengirimkan data secara online di pusat sebagai persyaratan.

“Kita kirim apa yang menjadi persyaratan di Kementrian P2A. Dan Alhamdulillah, dari 17 Kabupaten Kota di Sultra, baru Kota Kendari dan Konawe yang masuk Kabupaten Kota Layak Anak,” ungkapnya
Ia juga menambahka, jika Kabupaten Kota Layak Anak mendapatkan skornya 500. Maka Kabupaten Kota baru akan diberikan Reward dari Kementrian P2A yang ingin menjadikan KLA.

Sebab, lanjut Cici Ita, Perifikasi bisa lagi dilakukan setelah dua tahun kedepannya baru bisa dilakukan lagi.

“Daerah yang menyandang Reward KLA tersebut, itu akan mendapatkan bantuan yang akan diperuntukkan kepada perempuan, seperti membuka usaha. Bantuan itu, seperti mesin jahit dan alat tenun,” ujarnya merinci bantuan yang akan didapat tersebut.

Mantan sekretaris Bawasda Konawe menerangkan, jika suatu daerah yang mendapatkan Reward maka dampaknya sangat berpengaruh pada prestasi daerah itu sendiri.

“Daerah yang mendapatkan reward mendapatkan bantuan ekonomi perempuan yaitu bantuan untuk usaha usaha rumahan,” terangnya

Khususnya Dinas P2A Konawe, kata Cici, saat ini telah dilakukan pengalakkan agar para Ibu Ibu, jangan hanya tinggal dirumah saja. Akan tetapi mengambil andil dengan membuka usaha. Sebab, jika tinggal dirumah banyak hal hal negatif dilakukan, untuk itu harus bergiat.

“saya lagi galakkan agar, para ibu ibu di konawe membentuk kelompok kerja guna membuat suatu usaha yang mempunyai asas manfaat. Karena Kementrian P2A akan menyalurkan bantuan kepada Kabupaten Konawe berupa bantuan ekonomi perempuan, bantuan tersebut berupa mesin jahit, alat tenunan.” ujar Cici Ita menambahkan.

Untuk mendapatkan itu semua, tentunya mempunyai persyaratannya yakni anggotanya harus beranggotakan perempuan semua. Sebagai persayaratan tambahan setiap usaha harus mengajukan proposal usaha yang dilengkapi dengan dokumen Perzinan Usaha.

“Kami sudah kirim proposal usaha itu ke Kementrian P2A untuk di perifikasi. Harapan saya jika nantinya bantuan sudah ada tersebut, agar tepat sasaran dan jangan disalah gunakan bantuan tersebut,”cetusnya (run/red)

Terkini