oleh

Melalui Program Kotaku, Kelurahan Puday-Lapulu akan Ditata seperti Kawasan Bungkutoko

 

Reporter: La Ato

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali mengusulkan penataan kawasan permukiman kumuh skala kawasan yang terletak di Kelurahan Puday dan Lapulu, Kecamatan Abeli melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pemerintah kota diberi waktu sampai dengan akhir April tahun ini untuk memperbaiki dokumen yang diajukan pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sultra.

Ia mengatakan, apabila program Kotaku ini dapat terwujud, pihaknya akan menata wajah Kelurahan Puday-Lapulu sebagaimana wajah kawasan Bungkutoko dan Petoaha saat ini.

“Saya tidak ingin banyak cerita ya, tapi kalau program ini betul-betul terwujud, kita akan tata sama persis dengan yang ada di Kawasan Bungkutoko. Kita akan ubah landscape wilayah itu, termasuk pengelolaan sampah dan air bersihnya,” ungkap Sulkanain, usai mengikuti rapat di Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Selasa, 13 April 2021.

Untuk masyarakat yang terdampak, ia mengatakan, pemerintah kota telah melakukan sosialisasi dan telah siap mengikuti program yang diusulkan.

“Kita telah kumpulkan mereka, tidak ada yang menolak. Kita juga sudah menyediakan alternatif permukiman bagi mereka yang terdampak, yakni dengan penyiapan rumah susun (rusun) yang akan ditinggali selama satu tahun,” kata Sulkarnain.

Warga yang terdampak dari program tersebut sebanyak 45. Dari jumlah tersebut, ia mengatakan, ada tiga yang butuh penggantian.

“Mereka yang bersedia tinggal di rusun secara gratis ini juga kita akan berikan modal usaha agar bisa mandiri,” ujar Sulkarnain.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Firman Aksara mengatakan, kehadiran Wali Kota Kendari secara langsung dalam menyampaikan usulan program Kotaku pada segmen Kelurahan Puday-Lapulu yang akan ditata sebagaimana Bungkutoko dan Petoaha merupakan bentuk dari keseriusan pemerintah kota.

“Untuk menyiapkan dan melengkapi dokumen perencanaan yang dibutuhkan kita beri waktu hingga akhir April ini. Sehingga diharapkan, akhir April tahun ini, sudah bisa kita lelang untuk pembangunannya, dan mudah-mudahan kita bisa bangun di tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang diusulkan oleh pemerintah Kota Kendari ini merupaka salah satu prioritas untuk penanganan kawasan kumuh.

“Jadi ini sudah tepat. Luasnya itu sekitar 15 hektar. Insyaa Allah Juni 2022, kawasan Puday-Lapulu sudah bisa kita saksikan,” tambahnya. (B)

Terkini